Menggunakan Teknologi Untuk Mendorong Perkembangan Startup Indonesia (Contoh Kasus: eEvent.com)

TweetingSaya yakin tidak ada yang menyangkal betapa banyaknya jumlah penduduk Indonesia. Banyaknya penduduk Indonesia juga nampaknya berakibat pada efek yang ditimbulkan ketika kita mengadopsi sebuah teknologi, sebut saja Twitter, BlackBerry, dan FaceBook. Di ketiga teknologi tersebut bisa dibilang penduduk Indonesia cukup merajai mereka, lihat saja saat ini Indonesia adalah pengguna FaceBook nomor 2 di dunia, trending topic Twitter sering kali diisi dengan topik dari para pengguna Indonesia, dan basis pengguna BlackBerry cukup besar di Indonesia sehingga mau tidak mau RIM harus meletakkan Indonesia di salah satu fokus utama mereka.

Bisa dilihat dari kasus di atas sebagaimana besar pengaruh penduduk Indonesia di bidang teknologi. Namun dari ketiga kasus tersebut, ketiganya setahu saya seringkali digunakan untuk hal-hal yang “kosong” atau tidak memberikan efek yang berguna untuk sekitarnya. Contohnya adalah trending topic dari Indonesia di Twitter sering diisi oleh topik-topik yang “kosong”.

Lalu bagaimana jika kekuatan ini dialirkan untuk medukung sesuatu yang lebih bermakna? Misalnya untuk membantu para perusahaan perintis di bidang teknologi informasi di Indonesia (startup lokal). Mari kita lihat kasus yang terjadi pada sebuah startup lokal, eEvent.com (sebuah website untuk merencanakan sebuah acara secara digital), baru-baru ini:

eEvent di Quora

eEvent di Quora

Seperti yang tertulis di gambar di atas, ada yang menulis di Quora (sebuah website tanya jawab yang interaktif yang cukup terkenal) untuk mengajak para startup dengan pendanaan yang terbatas untuk menuliskan tentang startup mereka dan untuk kemudian berkesempatan untuk mengikuti acara LaunchPad secara gratis. Setelah eEvent ditulis di thread Quora tersebut, yang terjadi adalah eEvent mendapatkan voting paling banyak, dan mayoritas yang voting untuk eEvent adalah dari sesama penggiat / pemerhati startup Indonesia. eEvent mengalahkan puluhan startup lainnya dari seluruh dunia untuk masalah voting di thread tersebut.

Nah, walaupun saya tidak yakin apakah keputusan memilih eEvent untuk mendapatkan tiket gratis hanya berdasarkan voting saja atau tidak, tapi sudah pasti hasil voting tersebut mempengaruhi keputusan tersebut. Sekarang, apa yang terjadi setelah eEvent berkesempatan untuk mengikuti acara tersebut? mari kita lihat email di milis #StartupLokal dari salah satu co-founder eEvent, Edy Sulistyo:

Thank you sekali lagi buat semua supportnya.. dari awal sebetulnya kita ga ada niat buat pergi ke launch conference soalnya kita ngga qualify buat 1.0 karena sudah launch dan pernah di cover media.. dan ga qualify buat 2.0 karena terlalu kecil. Jadi satu satunya yang kita bisa participate adalah launchpad yang musti bayar $1500 per table. Tapi untuk harga segitu aga terlalu mahal dan ga worth it karena di launchpad, startup cuman bisa dapat table dan ga bolehin untuk present ke stage unless kita bisa convince grand jury (untuk hand pick kita dari 100 other startups

Thank you banget buat komunitas #startuplokal yang membuat kita di voted #1 di quora sehingga kita bisa dapet free launchpad ticket. Selama di conference kita mendapatkan banyak positive feedback dan traction yang sangat relevant buat eEvent untuk grow lebih lanjut.

Di akhir acara, kita diberi tau kalau kita dipilih oleh grand jury untuk present live on the stage to the whole world. Resultnya benar benar luar biasa, traffic spike, a lot of famous people sign up, diliput new york times, the metropreneur dan lain sebagainya. Watch us on youtube http://www.youtube.com/user/LaunchConf#p/u/7/QRRSdvlWd4E mulai menit 28:57

Semuanya ini berawal dari vote kalian semua di milis ini. Thank you for the awesome community and continuous support.

Hasil dari voting yang prosedurnya bisa dibilang cukup sederhana, memberi dampak positif yang besar kepada eEvent untuk mengenalkan produk mereka ke seluruh dunia dan mendapatkan masukan-masukan yang bermanfaat. Hal seperti ini penting sekali untuk startup, apalagi untuk startup yang tidak mempunyai dana besar untuk publikasi dan mengikuti acara-acara startup berbayar.

Menurut saya pribadi, daripada misalnya sering memenuhi trending topic Twitter dengan topik-topik “kosong”, kegiatan seperti ini jauh lebih bermanfaat. Tidak harus dengan voting seperti ini, kita bisa menggunakan dunia digital ini untuk membantu, dalam konteks ini, para startup Indonesia. Menggunakan blog, Twitter, FaceBook, dan teknologi-teknologi lainnya secara positif untuk medukung startup Indonesia akan sangat membantu sekali.

Nah, bagaimana jika kita memulainya dari sekarang jika belum? :)

Filed in: TeknoMind Tags: , ,
Rock It!



Related Posts

  • http://navinot.com/ neofreko

    Trending topic kan dihitung otomatis gan. Dan yang menyumbang tidak terbatas di suku/tribe kita saja. Jadi himbauan untuk tidak memenuhi TT dengan topik “kosong” jadi gimana gitu :p #carirusuh

    BTW, selamat buat eEvent. Keren tak terhingga :)

    • http://www.teknojurnal.com/ Firman Nugraha

      Hihi iya memang bukan terbatas di kita saja, namun bisa dilihat banyak diisi oleh kita. Dan maksud saya bukan stop ngetweet tentang hal-hal yang “kosong” gitu, enak buat entertainment :D

  • http://twitter.com/EdySulistyo Edy Sulistyo

    Thank you buat tulisannya. Saya sangat setuju sekali dengan article ini. Kita sebagai orang Indonesia sudah terbukti berulang ulang kali sejak jaman penjajahan hingga jaman twitter kalo kita semua bersatu, tidak ada hal yang mustahil.

    Berapa kali twitter menjadi worldwide trending topic? Berapa kali kita dimuat dimedia karena menimbulkan hype di foursquare? Berapa kali kita dimuat di media karena startup indonesia membuat gejolak sampai co-founder facebook, chief innovation Hillary Clinton, Sarah Lacy mampir ke Indonesia? jawabannya buat yang ga tau SERING sampai sampai initiatornya #startuplokal di undang pemerintah Irlandia.

    Ironi-nya, dari top 10 indonesia website menurut alexa, hanya 2 yang milik produk lokal (kaskus dan kompas) sedangkan negara lain seperti china semua kecuali 1 website di top 10 adalah produk lokal. Demikian pula kasusnya di negara negara lain (jepang, korea, spain, etc). Pertanyaannya adalah kenapa?

    Mungkin kita bisa argue karena produk lokal lebih sucks dibanding luar negri, but guess what? saya di amrik sini setiap kali mo ke toko, SERING sekali ngelihat produk seperti baju, sepatu dan lain lain yang ternyata made in Indonesia dan guess what? kualitasnya sangat bagus sekali.

    Intinya, kalo bukan kita semua yang saling memajukan, saling support produk satu sama lain, siapa lagi? Thanks Firman sekali lagi buat tulisannya.

    • http://www.teknojurnal.com/ Firman Nugraha

      Yup, masih banyak yang saya dapatkan berpendapat bahwa produk luar lebih bagus daripada produk dalam negeri. Walaupun kenyataannya tidak seperti itu, kalaupun ada minus-nya itu wajar karena setiap produk pasti ada plus minusnya.

      Saya kadang ngebayangin apa jadinya kalo di Twitter TT ada hashtag #StartupLokal atau misalnya nama sebuah startup lokal terpampang di situ :D daripada *maaf* cinta cenat cenut hehe

  • http://twitter.com/andisie Andi Sie

    Thanks Firman! saya setuju sekali dengan potensi startups di Indonesia dan potensi orang2 Indonesianya sendiri. Kemarin di Sillicon Valley sempet ketemu orang Indo yang jago di bidang design dan kerja di new startup, dengan keahliannya, dia bikin startup ini menang the prestigious ‘Best Design prize at the Crunchies’. Hebat ya.

    • http://www.teknojurnal.com/ Firman Nugraha

      Hehe oleh karena itu mari aktif memasarkan produk dalam negeri :D Sehingga persepsi negatif akan potensi dan produk-produkdari Indonesia semakin menghilang

  • Pingback: About eEvent | eEvent Blog

© 2013 TeknoJurnal. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.