<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TeknoJurnal &#187; Putra Setia Utama</title>
	<atom:link href="http://www.teknojurnal.com/author/duodare/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.teknojurnal.com</link>
	<description>Your IT Development Guide</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 12:00:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>5 Situs Penjualan Aplikasi, Source Code dan Kepemilikan Aplikasi Mobile</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2012/02/03/5-situs-penjualan-aplikasi-source-code-dan-kepemilikan-aplikasi-mobile/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2012/02/03/5-situs-penjualan-aplikasi-source-code-dan-kepemilikan-aplikasi-mobile/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 12:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoFive]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[source code]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=9252</guid>
		<description><![CDATA[Membuat sebuah produk digital berupa sebuah situs web maupun aplikasi mobile merupakan sesuatu yang bisa menghasilkan keuntungan dengan menggunakan mulai dari iklan, in-app-purchase, menjual aplikasi, paid membership dan masih banyak lagi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-03-at-4.16.46-PM.png"><img class="alignleft  wp-image-9258" style="margin: 5px;" title="buy and sell app" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-03-at-4.16.46-PM.png" alt="" width="150" /></a>Membuat sebuah produk digital berupa sebuah situs web maupun aplikasi <em>mobile</em> merupakan sesuatu yang bisa menghasilkan keuntungan dengan menggunakan mulai dari iklan, <em>in-app-purchase</em>, menjual aplikasi, <em>paid membership</em> dan masih banyak lagi. Sewaktu masih menjadi mahasiswa, saya juga ikut mencoba berbisnis di dunia digital. Mencoba membuat aplikasi dan produk yang bisa menambah saldo tabungan saya pada waktu itu. Banyak produk saya yang gagal daripada yang berhasil. Masalah modal menjadi satu hambatan yang cukup besar. Kemudian ditambah tidak adanya kemampuan memasarkan produk yang sudah jadi tersebut. Akhirnya produk-produk tadi hanya menjadi simpanan di <em>harddisk</em> saya. Jadi bagaimana cara mengatasi situasi seperti ini?</p>
<p>Berkaca dari pengalaman saya diatas, hari ini saya mencari beberapa informasi mengenai bagaimana menjual aplikasi jadi, potongan koding, ataupun produk aplikasi <em>mobile</em> yang sudah ada dipasaran. Saya berpikir bahwa sebenarnya beberapa <em>source code</em> yang ada di <em>harddisk</em> saya tersebut bisa saya komersilkan. Ada juga beberapa aplikasi yang sudah jadi yang mungkin juga bisa saya uangkan. Mungkin aplikasi yang saya buat ataupun komponen yang saya buat tersebut sudah ketinggalan zaman, tapi saya rasa informasi ini bisa berguna bagi para mahasiswa yang mungkin memerlukan penghasilan tambahan, atau sedang dalam tahap pembuatan produk tetapi tidak memiliki modal yang cukup besar.</p>
<p>Saya berhasil menemukan 5 Situs yang menyediakan jasa / tempat untuk berjualan <em>source code</em>, aplikasi jadi, bahkan aplikasi <em>mobile</em> yang sudah masuk ke toko aplikasi.</p>
<h3><span style="color: #000000;">Apptopia</span></h3>
<p><a href="http://apptopia.com/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9253" title="apptopia" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-03-at-4.07.19-PM-300x45.png" alt="" width="300" height="45" /></a></p>
<p>Apptopia sampai saat ini masih dalam tahap <em>close beta</em>. Yang menarik dari situs ini adaah nantinya pengembang aplikasi bisa melelang kepemilikan aplikasi <em>mobile</em> mereka yang sudah ada di toko aplikasi. Apptopia seperti menawarkan &#8220;exit strategy&#8221; bagi para pengembang aplikasi yang merasa aplikasi <em><span style="text-decoration: underline;">mobile</span></em> yang mereka buat lebih dapat menghasilkan keuntungan jika diurus oleh orang lain.</p>
<p>Apptopia dikabarkan akan memiliki <em>market place</em> bagi aplikasi <em>mobile</em> yang sudah masuk di iOS App Store, Android Market, Blackberry App World, dan Windows Phone Marketplace.</p>
<p>Website: <a href="http://apptopia.com/" target="_blank">apptopia.com</a></p>
<h3><span style="color: #000000;">App Split Market</span></h3>
<p><a href="http://www.appsplit.com/marketplace/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9254" title="appsplit" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-03-at-4.07.43-PM-300x114.png" alt="" width="300" height="114" /></a></p>
<p>Layanan yang diberikan oleh App Split sebenarnya tidak jauh berbeda dari Apptopia, hanya saja App Split lebih fokus untuk menjual <em>source code</em> atau komponen dari satu aplikasi jadi. Kategori yang dimiliki juga lebih luas, mulai dari aplikasi web, aplikasi <em>mobile</em> hingga lainnya. Di App Split juga tidak menggunakan konsep lelang, tetapi menggunakan konsep harga fix. Hanya saja sejauh yang saya lihat, <em>market place</em> mereka tidak terlalu ramai.</p>
<p>Website: <a href="http://www.appsplit.com/" target="_blank">appsplit.com</a></p>
<h3>Smart Appsters</h3>
<p><a href="http://www.smartappsters.com/"><img class="aligncenter size-full wp-image-9255" title="Smart Appsters" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-03-at-4.07.53-PM.png" alt="" width="213" height="75" /></a></p>
<p>Layanan ini sangat sama dengan App Split, hanya saja kategorinya lebih spesifik untuk platform iOS. Tapi selebihnya tidak terlalu berbeda dari App Split. Mungkin jika tampilannya lebih bagus, saya rasa <em>market place</em>-nya akan lebih terpercaya bagi para pembeli.</p>
<p>Website: <a href="http://www.smartappsters.com/">smartappsters.com</a></p>
<h3>Chupa</h3>
<p><a href="http://www.chupamobile.com/"><img class="aligncenter size-full wp-image-9256" title="chupa" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-03-at-4.08.08-PM.png" alt="" width="254" height="93" /></a></p>
<p>Lagi-lagi layanan ini serupa dengan 2 layanan sebelumnya. Para pengembang aplikasi bisa menaruh komponen <em>source code</em> aplikasi mereka disini dan mendapatkan 70% bagi hasil dari hasil penjualan mereka. Dengan tampilan yang rapih dan alur penggunaan yang lebih nyaman, saya secara pribadi lebih menyukai Chupa daripada dua layanan sebelumnya.</p>
<p>Website: <a href="http://www.chupamobile.com/">chupamobile.com</a></p>
<h3>Codecanyon</h3>
<p><a href="http://codecanyon.net/"><img class="aligncenter size-full wp-image-9257" title="codecanyon" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-03-at-4.08.16-PM.png" alt="" width="267" height="74" /></a></p>
<p>Layanan terakhir ini adalah layanan favorit saya. Layanan ini memang tidak jauh beda dengan yang lainnya. Hal positif yang saya ambil adalah banyaknya <em>badges</em> yang bisa membuat seorang penjual <em>source code</em> lebih terpercaya. Mereka juga menyuguhkan statistik bagi para pembeli seperti waktu peluncuran aplikasi, <em>rating</em>, komentar, berapa banyak yang di <em>download</em>, portofolio dan lain sebagainya. Layanan yang masih satu keluarga dengan ThemeForest ini juga banyak digunakan oleh banyak orang Indonesia, baik untuk menjual ataupun membeli aplikasi jadi / <em>source code</em>.</p>
<p>Website: <a href="http://codecanyon.net/">codecanyon.net</a></p>
<p>~</p>
<p>Inilah lima layanan yang saya temukan hari ini. Mungkin bagi yang punya <em>source code</em> ataupun aplikasi yang ingin dijual bisa mencoba menggunakan layanan di atas. Siapa tau anda bisa mendapatkan modal yang anda butuhkan sembari anda belajar menciptakan aplikasi dan produk.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2012/02/03/5-situs-penjualan-aplikasi-source-code-dan-kepemilikan-aplikasi-mobile/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Amazon Kindle Fire di Pasar Dunia</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2012/02/02/perkembangan-amazon-kindle-fire-di-pasar-dunia/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2012/02/02/perkembangan-amazon-kindle-fire-di-pasar-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 09:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoGadget]]></category>
		<category><![CDATA[amazon]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[Kindle Fire]]></category>
		<category><![CDATA[tablet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=9229</guid>
		<description><![CDATA[Amazon kindle fire, sebuah tablet ber OS kan Android yang dikeluarkan oleh Amazon di tahun lalu memang berhasil mencuri perhatian pasar dunia khusunya para pecinta Android. Beberapa data juga mengatakan bahwa kemunculan Amazon kindle fire berhasil meningkatkan penjualan tablet ber-Android. Bahkan Flurry mengatakan bahwa penjualan Amazon Kindle Fire hampir menyamai penjualan Samsung Galaxy Tab (dalam berbagai tipe).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/amazon-kindle-fire.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-9232" title="amazon kindle fire" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/amazon-kindle-fire.jpg" alt="" width="209" height="241" /></a>Amazon kindle fire, sebuah tablet ber OS kan Android yang dikeluarkan oleh Amazon di tahun lalu memang berhasil mencuri perhatian pasar dunia khusunya para pecinta Android. Beberapa data juga mengatakan bahwa kemunculan Amazon kindle fire berhasil meningkatkan penjualan tablet ber-Android. Bahkan Flurry mengatakan bahwa penjualan Amazon Kindle Fire hampir menyamai penjualan Samsung Galaxy Tab (dalam berbagai tipe).</p>
<p>Sebagai perbandingan di bulan November 2011, Samsung Galaxy tab (berbagai tipe) berhasil meraih 63% pasar tablet android (menurut Flurry). Pada kisaran bulan ini (November) pula Amazon Kindle Fire mulai dipasarkan, dan masih hanya berhasil meraih 3 persen pasar tablet Android dunia.</p>
<p>Memasuki masa masa liburan natal dan tahun baru, produk teranyar amazon ini seperti meroket di pasaran. Walaupun menurut teman-teman saya yang merupakan pecinta Android, produk ini masih kurang bagus jika dibandingkan dengan produk tablet Android lainnya (yang memiliki spesifikasi serupa). Mungkin karena di Indonesia sendiri kurang terdengar gaungnya. Padahal boleh dibilang Amazon Kindle Fire ini memiliki harga yang cukup terjangkau di Indonesia yaitu kisaran 2 juta &#8211; 3 juta rupiah saja.</p>
<p>Seperti yang saya katakan sebelumnya, Amazon Kindle Fire berhasil meroket hingga saat ini. Data dibulan Januari 2012 dari Flurry mengatakan bahwa Amazon Kindle Fire telah berhasil meraih 36 persen pasar tablet Android dunia.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-02-at-3.40.57-PM.png"><img class="aligncenter  wp-image-9230" title="Amazon Kindle Fire" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-02-at-3.40.57-PM.png" alt="" width="550" /></a></p>
<p>Terintegrasinya Amazon Kinde Fire dengan Amazon App Store nampaknya juga membawa dampak lain di sisi unduh aplikasi berbayar. Orang &#8211; orang yang menggunakan produk amazon biasanya sudah terbiasa untuk membeli barang digital (dalam kasus ini buku dan aplikasi <em>mobile</em>). Jika dibandingkan dengan produk tablet Android lainnya, Amazon kindle fire memiliki rata rata unduhan untuk aplikasi berbayar sebesar 2.53 aplikasi per pengguna. Sayangnya saya tidak mendapatkan data mengenai periode waktu yang lebih detil di data ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-02-at-3.41.06-PM.png"><img class="aligncenter  wp-image-9231" title="Amazon Kindle Fire" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-02-at-3.41.06-PM.png" alt="" width="550" /></a></p>
<p>Sayangnya kegiatan promosi mereka tidak terlalu besar di Indonesia. Padahal dengan harga yang rendah, mereka bisa bersaing dengan pemain pemain lokal yang ada di Indonesia.</p>
<p>Nah mungkin ada dari pembaca Teknojurnal yang sudah membeli Amazon Kindle Fire bisa berbagi pengalamannya di kolom komentar kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Note : Data dari Flurry ini diambil berdasarkan session aplikasi yang terinstall di tablet Android yang menggunakan sistem dari Flurry.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2012/02/02/perkembangan-amazon-kindle-fire-di-pasar-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Idea Box : Application Store Sebagai Kanal Iklan</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2012/02/01/idea-box-application-store-sebagai-kanal-iklan/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2012/02/01/idea-box-application-store-sebagai-kanal-iklan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 10:16:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[application]]></category>
		<category><![CDATA[idea]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[store]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=9212</guid>
		<description><![CDATA[Di minggu lalu saat saya melewati kawasan Pondok Indah, saya sempat melihat iklan di perempatan jalan yang bertulisakan kurang lebih "S Nexian Apps Planet". Di dalam iklan tersebut ditampilkan gambar produk smartphone Android dan screenshot application store yang memiliki logo S Nexian di dalamnya. Secara otomatis saya berpikir bahwa mereka membuat application store buatan sendiri dimana pengguna akan dikenakan biaya potong pulsa untuk proses pembelian aplikasi. Tapi apakah cuma itu manfaatnya? apakah cuma sekedar menjadi alat jualan aplikasi android saja, atau bisa dimanfaatkan untuk hal lainnya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-01-at-12.02.17-PM.png"><img class="alignleft  wp-image-9215" title="Screen Shot 2012-02-01 at 12.02.17 PM" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-01-at-12.02.17-PM-267x300.png" alt="" height="120" /></a>Di minggu lalu saat saya melewati kawasan Pondok Indah, saya sempat melihat iklan di perempatan jalan yang bertulisakan kurang lebih &#8220;S Nexian Apps Planet&#8221;. Di dalam iklan tersebut ditampilkan gambar produk <em>smartphone</em> Android dan <em>screenshot</em> <em>application store</em> yang memiliki logo S Nexian di dalamnya. Secara otomatis saya berpikir bahwa mereka membuat <em>application store</em> buatan sendiri dimana pengguna akan dikenakan biaya potong pulsa untuk proses pembelian aplikasi. Tapi apakah cuma itu manfaatnya? apakah cuma sekedar menjadi alat jualan aplikasi android saja, atau bisa dimanfaatkan untuk hal lainnya?</p>
<p>Jika melihat dari besarnya pasar S Nexian di Indonesia ini memang menjadi hal yang sangat menarik untuk membuat <em>application store</em> sendiri yang lebih lokal dan lebih terfilter jenis aplikasinya. Kanal distribusinya pun sudah mereka miliki di seluruh Indonesia. Hal ini juga bisa menjadi faktor yang dapat mempermudah proses edukasi market kedepannya.</p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-01-at-11.24.20-AM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9213" title="Screen Shot 2012-02-01 at 11.24.20 AM" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-01-at-11.24.20-AM-185x300.png" alt="" width="185" height="300" /></a></p>
<p>Dari faktor faktor tersebut saya memiliki ide pribadi bagaimana memanfaatkan Android aplication store buatan sendiri. Satu hal yang saya pikirkan adalah menjadikan <em>application store</em> tersebut sebagai kanal iklan. Bukan Iklan dalam bentuk <em>banner</em> di dalam <em>application store</em>, tapi iklan dalam bentuk <em>notification</em> yang biasanya muncul pada Android <em>notification bar</em>.</p>
<p>Jika <em>application store</em> tersebut telah terinstall di handset, maka secaa otomatis sistemnya akan mengirimkan notifikasi berupa promo aplikasi mobile. Deskripsi yang diberikan akan bukan hanya sekedar nama aplikasi, tapi bisa berupa kata kata yang &#8220;mengajak&#8221; si pengguna untuk mendownload atau bahkan membeli aplikasi tersebut. Mengingat sudah ada metode potong pulsa maka besar kemungkinan si pengguna langsung bisa membeli aplikasi tersebut.</p>
<p>Hal ini agak berbeda dengan broadcast SMS yang di blok oleh pemerintah. Dengan menggunakan notifikasi, promo sebuah aplikasi akan lebih murah dan lebih terpercaya, karena datangnya resmi dari vendor handset tersebut. Bahkan sangat memungkinkan jika nantinya promo atau iklan sebuah aplikasi akan bisa menyasar target pengguna yang tepat berdasarkan dari data kategori aplikasi yang paling sering di cari dan paling sering di <em>download</em> oleh si pengguna di application store tersebut.</p>
<p>Memang sebuah ide yang masih sangat dangkal, tapi begitu saya mencari konsep yang serupa di internet saya berhasil menemukan ternyata sebuah perusahaan jepang sudah mengimplementasikan konsep seperti ini. Berikut adalah screenshot yang saya temukan.</p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-01-at-12.00.28-PM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9214" title="Screen Shot 2012-02-01 at 12.00.28 PM" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-01-at-12.00.28-PM-300x211.png" alt="" width="300" height="211" /></a></p>
<p>Dari gambar diatas, anda bisa lihat baris terakhir dari gambar tersebut. Tulisan dalam bahasa jepang tersebut jika diartikan adalah &#8220;Diet by an App&#8221; / &#8220;Diet dengan Aplikasi&#8221;. Ini adalah sebuah contoh dimana iklan ternyata bisa dikirimkan dan dimunculkan di <em>notification bar</em> pada <em>smartphone</em> Android. Adalah KDDI, sebuah operator telekomunikasi kedua terbesar di Jepang yang melakukan hal ini.</p>
<p>Saya sendiri belum mencoba <em>application store</em> dari S Nexian ini. Mungkin saja konsep ini sudah dipakai, atau mungkin mereka memiliki konsep yang jauh lebih baik. Tapi terlepas dari semua itu, saya menjadi yakin jika di Indonesia bisa membuat <em>application store</em> sendiri dengan konsep yang baik dan dengan kanal distribusi yang masiv maka kedepannya bisa menjadi lahan bisnis baru bagi para penggiat dunia digital.</p>
<p>Nah itu adalah secuil ide saya, bagaimana dengan pendapat anda?</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2012/02/01/idea-box-application-store-sebagai-kanal-iklan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan Harga Sebuah Aplikasi Mobile</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2012/01/30/menentukan-harga-sebuah-aplikasi-mobile/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2012/01/30/menentukan-harga-sebuah-aplikasi-mobile/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 09:44:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[application]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[store]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=9173</guid>
		<description><![CDATA[Menjual aplikasi di toko aplikasi semacam App Store dan Android Market adalah sesuatu yang tidak mudah sekaligus mengasikkan. Lebih mengasikkan lagi kalau keuntungan yang dicapai melimpah ruah dikarenakan jumlah unduhan aplikasi berbayar yang juga melimpah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/price-tag.jpg"><img class="alignleft  wp-image-9175" title="price-tag" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/price-tag-241x300.jpg" alt="" width="150" /></a>Menjual aplikasi di toko aplikasi semacam App Store dan Android Market adalah sesuatu yang tidak mudah sekaligus mengasikkan. Lebih mengasikkan lagi kalau keuntungan yang dicapai melimpah ruah dikarenakan jumlah unduhan aplikasi berbayar yang juga melimpah.</p>
<p>Satu hal yang menurut saya cukup sulit dan menarik untuk dibahas adalah soal &#8220;harga&#8221;, apakah harga yang diberikan untuk sebuah aplikasi <em>mobile </em>sudah sebanding dengan usaha si pengembang aplikasi dalam membuat aplikasi? Apakah harga tersebut cocok dengan pengguna? Apakah harga yang dikeluarkan merusak pasar? Apakah terlalu mahal atau malah terlalu murah? Dan masih banyak sekali pertanyaan mengenai masalah harga sebuah aplikasi <em>mobile</em> yang ada di kepala saya.</p>
<p>Harga ideal yang bisa ditawarkan dari sebuah aplikasi <em>mobile</em> akan sangat bergantung pada tipe aplikasinya. Memang kalau kita berbicara tentang toko aplikasi<em>,</em> maka kita juga akan berbicara volume pengguna yang cukup besar, cara beli yang bisa kapanpun di manapun, hingga murahnya biaya distribusinya. Jadi kadang beberapa pengembang aplikasi berpikiran bahwa tidak masalah jika harus menjual aplikasi mereka di level<em> tier 1</em> (kisaran $0.99) yang penting adalah jumlah unduhan. Tapi bagaimana jika aplikasi yang dijual merupakan aplikasi yang berpotensi digunakan oleh profesional ataupun korporat? Berapa harga yang harus dipasang?</p>
<p>Berikut adalah data dari Distimo mengenai harga rata-rata dari tiap kategori aplikasi yang ada di App Store dan Android Market. Data tersebut juga dilengkapi dengan tingkat kepopuleran di kategori aplikasi di kalangan pengguna tiga toko apllikasi. Data ini diambil dari aplikasi yang berhasil masuk kejajaran <em>top grossing</em> di kisaran akhir tahun 2011.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-30-at-9.29.10-AM.png"><img class="aligncenter  wp-image-9174" title="Rata rata harga aplikasi mobile berdasarkan kategorinya" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-30-at-9.29.10-AM-1024x691.png" alt="" width="550" /></a></p>
<p>Jika kita lihat data di atas, aplikasi dengan kategori <em>education</em> di iPad menempati rata-rata harga yang cukup tinggi tetapi dengan jumlah unduhan yang tidak terlalau signifikan jika dibandingkan dengan aplikasi <em>games</em>. Harga untuk aplikasi <em>games</em> tidak terlalu tinggi, tetapi kebutuhan pengguna sangat tinggi untuk aplikasi ini.</p>
<p>Nah jika saya atau anda sebagai pengembang aplikasi mematok harga yang sangat rendah untuk aplikasi pendidikan, maka sebenarnya volume pengguna anda tidaklah terlalau besar, yang efeknya uang yang anda dapatkan juga tidak terlalu besar. Lain halnya jika anda tetap ingin menjual murah aplikasi tersebut dan menambahkan <em>in-app-purchase</em> di dalamnya. Anda bisa unggul dari para pesaing anda di kategori <em>education,</em> tetapi tetap bisa mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar. Tapi lagi-lagi anda harus mengeluarkan usaha tambahan untuk bisa membuat pengguna menggunakan fitur <em>in-app-purchase</em> anda.</p>
<p>Beda halnya dengan aplikasi <em>games</em>. Jika harga yang anda keluarkan sangat tinggi maka anda akan bersaing dengan game lainnya yang mungkin memiliki <em>gameplay</em> yang sama, tetapi dengan harga yang jauh lebih murah. Minat pengguna sangat besar di kategori ini, volume pengguna cukup besar, sehingga saya rasa rasional untuk membuat harganya sedikit lebih murah walaupun apliaksi <em>games</em> yang dibuat memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi.</p>
<p>Data di atas ini saya rasa cukup berguna dalam penetuan harga. Para pengembang aplikasi bisa menetukan harga dengan menganalisa relasi harga , kebutuhan dan juga popularitas dari tiap-tiap kategori dan menyesuaikannya dengan kategori aplikasi yang telah dibuat. Dengan membuat  aplikasi yang bagus serta didukung harga yang mampu bersaing serta membuat nyaman pengguna dalam membelanjakan uang mereka, saya rasa dua hal itu akan menjadi formula kombinasi awal yang cukup menarik saat anda akan menjual aplikasi anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2012/01/30/menentukan-harga-sebuah-aplikasi-mobile/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Steam Mobile Hadir Untuk iOS dan Android</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2012/01/27/steam-mobile-hadir-untuk-ios-dan-android/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2012/01/27/steam-mobile-hadir-untuk-ios-dan-android/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 09:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoNews]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[steam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=9156</guid>
		<description><![CDATA[Berita bagus untuk para gamers, apalagi yang sekarang sering memainkan mobile game. Yap, saat ini Steam Mobile sudah tersedia di iPhone dan juga iPod Touch. Steam juga dapat dijalankan di iPad sayangnya masih dalam versi non-optimalisasi. Selain hadir di produk Apple, Steam juga hadir di Android. Jadi apakah sekarang para gamers sudah bisa memainkan game yang ada di steam pada smartphone?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-27-at-2.00.05-PM.png"><img class="alignleft  wp-image-9157" style="margin: 5px;" title="Steam Mobile" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-27-at-2.00.05-PM-290x300.png" alt="" width="150" /></a>Berita bagus untuk para <em>gamers</em>, apalagi yang sekarang sering memainkan <em>mobile game</em>. Yap, saat ini Steam Mobile sudah tersedia di <a href="http://itunes.apple.com/us/app/steam-mobile/id495369748" target="_blank">iPhone dan juga iPod Touch</a>. Steam juga dapat dijalankan di iPad sayangnya masih dalam versi non-optimalisasi. Selain hadir di produk Apple, Steam juga hadir di <a href="https://market.android.com/details?id=com.valvesoftware.android.steam.community" target="_blank">Android</a>. Jadi apakah sekarang para <em>gamers</em> sudah bisa memainkan <em>game</em> yang ada di steam pada <em>smartphone</em>?</p>
<p>Jawaban untuk pertanyaan di atas sejauh ini adalah &#8220;tidak bisa&#8221;. Jadi walaupun sudah ada Steam Mobile, para <em>gamers</em> masih belum bisa menikmati <em>game</em> yang ada di steam pada <em>smartphone</em> masing-masing. Aplikasi Steam Mobile ini lebih memfasilitasi pengguna untuk dapat melihat <em>user</em> steam lain yang sedang <em>online</em> dan saling ngobrol lewat fitur <em>chat</em> yang disuguhkan. Kemudian pengguna juga bisa melakukan pembelian dan memantau diskon <em>game-game</em> Mac maupun Windows yang dijual di Steam.</p>
<p>Sayangnya aplikasi yang notabene adalah buatan Valve ini masih dalam tahap <em>limited beta</em>. Untuk memanfaatkan fitur-fitur lengkap di dalamnya anda harus mendapatkan undangan terlebih dahulu.</p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-27-at-2.00.19-PM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9158" title="steam mobile" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-27-at-2.00.19-PM-300x178.png" alt="" width="300" height="178" /></a></p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-27-at-2.00.32-PM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9159" title="steam mobile" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-27-at-2.00.32-PM-300x176.png" alt="" width="300" height="176" /></a></p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-27-at-2.00.42-PM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9160" title="steam mobile" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-27-at-2.00.42-PM-300x176.png" alt="" width="300" height="176" /></a></p>
<p>Menurut saya pribadi walaupun mereka tidak menjual <em>game</em> <em>mobile</em> ataupun menjalankan <em>game</em> di aplikasi ini, langkah ini merupakan langah yang tepat untuk membangun sebuah komunitas yang akan loyal terhadap produk-produk yang dikeluarkan perusahaan yang bersangkutan. Teknologi <em>mobile</em> sudah berhasil mengubah cara orang berinteraksi, menikmati berita, mendapatkan berita, dan lain sebagainya. Oleh karena itu cara dari sebuah produk berpromosi secara digital pun harus bisa mengikuti perubahan yang dihasilkan tadi. Dan nampaknya hal inilah yang mungkin sedang dicoba oleh Valve dengan Steam Mobile ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2012/01/27/steam-mobile-hadir-untuk-ios-dan-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Temple Run : Game Gratis di iOS dengan Keuntungan Selangit</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2012/01/26/temple-run-game-gratis-di-ios-dengan-keuntungan-selangit/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2012/01/26/temple-run-game-gratis-di-ios-dengan-keuntungan-selangit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 09:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[ios]]></category>
		<category><![CDATA[Temple Run]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=9125</guid>
		<description><![CDATA[Masuk ke dalam Apple App Store adalah satu hal yang cukup sulit. Jika pengembang aplikasi bisa menaruh aplikasi nya di dalam Apple App Store adalah sesuatu yang membanggakan. Tetapi menghasilkan jumlah unduhan yang tinggi dan uang yang maksimal adalah satu hal yang lebih sulit. Membuat aplikasi tersebut gratis adalah cara paling mudah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jumlah unduhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-26-at-9.24.39-AM.png"><img class="alignleft  wp-image-9126" style="margin: 5px;" title="Temple Run" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-26-at-9.24.39-AM.png" alt="" width="150" /></a>Masuk ke dalam Apple App Store adalah satu hal yang cukup sulit. Jika pengembang aplikasi bisa menaruh aplikasi nya di dalam Apple App Store adalah sesuatu yang membanggakan. Tetapi menghasilkan jumlah<em></em> unduhan yang tinggi dan uang yang maksimal adalah satu hal yang lebih sulit. Membuat aplikasi tersebut gratis adalah cara paling mudah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jumlah unduhan. Tapi di sisi lain menjadikan si pengembang aplikasi harus berjuang ekstra untuk mendapatkan uang. Tapi apakah benar dengan menggratiskan aplikasi, maka akan lebih sulit mendapatkan uang? Apakah model bisnis seperti <em>in-app-purchase</em> ataupun iklan lebih sulit untuk mendapatkan keuntungan dibandingkan dengan konsep aplikasi berbayar? Nah mari kita lihat kasus dari aplikasi <em>mobile</em> berbentuk <em>game</em> di Apple App Store yang bernama <a href="http://itunes.apple.com/us/app/temple-run/id420009108?mt=8" target="_blank">Temple Run</a>.</p>
<div>Temple Run adalah aplikasi <em>game</em> buatan Imangi Studio. <em>Game</em> ini berhasil meraih keuntungan yang meningkat 5 kali lipat semenjak <em>game</em>-nya dirilis dengan harga Rp0,00 atau dengan kata lain gratis. Mereka benar-benar memanfaatkan <em>in-app-purchace</em> di <em>game</em> tersebut yang harganya berkisar antara $0.99-$19.99. Konsepnya sederhana, pengguna hanya tinggal membeli koin ekstra untuk mendapatkan kemampuan ekstra dalam permainan Temple Run.</div>
<p>Yang menarik adalah ketika saya berpikir bahwa saat ini, apalagi di Indonesia, banyak orang yang senang dengan yang namanya aplikasi gratisan. Jika aplikasi tersebut tidak gratis maka kebanyakan orang akan mencari versi bajakannya walaupun <em>smartphone</em> yang mereka memiliki harganya selangit. Tetapi, untuk masalah aplikasi, kebanyakan sangatlah irit mengeluarkan uang. Satu hal yang saya pelajari, bahwa aplikasi tidak bisa dipamerkan. Tetapi mungkin, level dari aplikasi ataupun <em>game</em> tersebut yang kadang bisa dipamerkan ke sesama teman.</p>
<p>Banyak orang yang tidak mau membeli, tetapi senang untuk meng-<em>upgrade</em>. Entah itu men-<em>gupgrade level</em> permainan karena kecanduan, ataupun meng-<em>upgrade</em> kemampuan karakter atau hal-hal sejenis lainnya untuk bisa bersaing antar pemain. Hal ini saya sadari ketika berkunjung ke sebuah warnet, dimana banyak anak-anak SD sampai SMA bermain <em>game online</em> gratis, diiringi membeli uang virtual (berbentuk voucher game) yang harganya jauh lebih mahal dari harga sewa per jam/per paket warnet tersebut.</p>
<p>Mungkin hal ini juga yang disadari dari Temple Run. Akan lebih menguntungkan menjual aplikasi secara gratis dan mencapai total <em>download</em> ratusan ribu, yang kemudian menargetkan 10% dari total <em>download</em> tersebut memakai <em>in-app-purchase</em> yang harganya berkisar dari $0.99-$19.99. Dibandingkan jika hanya mendapatkan <em>download</em> puluhan ribu, dan dijual dengan harga $0.99. Dengan <em>game</em> yang sederhana mereka mencoba bersaing di banyaknya <em>user download</em>, sambil membuat peningkatan persentase orang yang membeli koin virtual di Temple Run.</p>
<div id="attachment_9127" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-26-at-9.24.29-AM.png"><img class=" wp-image-9127 " title="Temple Run " src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-26-at-9.24.29-AM.png" alt="Temple Run " width="500" /></a><p class="wp-caption-text">Temple Run</p></div>
<p>Berita ini cukup bagus untuk para pengembang aplikasi, karena hanya dengan mengandalkan <em>in-app-purchase</em> saja ternyata memang bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda ketimbang menjual aplikasi tersebut. Pengembang aplikasi tidak perlu ragu lagi untuk melepas aplikasi nya secara gratis asalkan yakin dengan apa yang ditawarkan dan yakin bahwa memiliki faktor adiktif dan memiliki nilai plus sebagai peningkat emosi ataupun adrenalin, maka saya rasa tidak ada salahnya dicoba melepas game di App Store secara gratis.</p>
<p>Saya sendiri memang belum pernah merilis apliaksi ataupun game di Apple App Store. Tapi saya yakin bahwa kita sebagai pengembang aplikasi harus mencoba berbagai cara sebelum tahu bisnis model mana yang paling cocok dengan aplikasi ataupun <em>game</em> yang kita buat. Untuk mencoba game Temple Run anda bisa menuju ke halaman <a href="http://itunes.apple.com/us/app/temple-run/id420009108?mt=8" target="_blank">ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2012/01/26/temple-run-game-gratis-di-ios-dengan-keuntungan-selangit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>G-Shock : Akan Segera Dipersenjatai Android</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2012/01/25/g-shock-akan-segera-dipersenjatai-android/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2012/01/25/g-shock-akan-segera-dipersenjatai-android/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 09:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoGadget]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[casio]]></category>
		<category><![CDATA[g-shock]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=9112</guid>
		<description><![CDATA[Android dalam bentuk smartphone adalah hal umum, dalam bentuk tablet pun juga begitu. Dan sebenarnya android dalam bentuk jam tangan juga sudah mulai banyak bemunculan. Tapi akan menjadi menarik kalau merek jam tangan yang mengeluarkannya adalah G-Shock dari casio. Jam tangan merek G-Shock ini di zaman saya SD sangat populer. G-Shock biasaya dipakai anak laki laki dan untuk sedangkan perempuan ada Baby-G. Jam tangan tersebut pada waktu itu merupakan jam tangan yang bisa dibilang canggih, tahan air, tahan banting, ada senter dan fitur fitur lainnya. Nah seperti apakah kalau G-Shock ini dipersenjatai Android?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/g-shock.jpg"><img class="alignleft  wp-image-9115" title="g-shock" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/g-shock-300x130.jpg" alt="" width="150" /></a>Android dalam bentuk <em>smartphone</em> adalah hal umum, dalam bentuk tablet pun juga begitu. Dan sebenarnya android dalam bentuk jam tangan juga sudah mulai banyak bemunculan. Tapi akan menjadi menarik kalau merek jam tangan yang mengeluarkannya adalah G-Shock dari casio. Jam tangan merek G-Shock ini di zaman saya SD sangat populer. G-Shock biasaya dipakai anak laki laki dan untuk sedangkan perempuan ada Baby-G. Jam tangan tersebut pada waktu itu merupakan jam tangan yang bisa dibilang canggih, tahan air, tahan banting, ada senter dan fitur fitur lainnya. Nah seperti apakah kalau G-Shock ini dipersenjatai Android?</p>
<p>Jam tangan G-Shock yang dipersenjatai Android ini hadir dengan konsep dan bentuk yang berbeda dari jam tangan yang terdahulu. Selain ukurannya yang lebih besar, mereka tidak menyebut <em>device</em> ini sebagai jam tangan, tapi sebagai <em>smartphone</em> dalam bentuk jam tangan. Bentuknya memang agak sedikit aneh untuk jam tangan, tapi kalau dilihat layar displaynya, sepertinya cukup menarik untuk dimiliki para penggemar G-Shock.</p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/casio-g-shock.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-9113" title="casio g-shock" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/casio-g-shock.jpg" alt="" width="450" height="600" /></a></p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/casio-g-shock-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-9114" title="casio g-shock" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/casio-g-shock-1.jpg" alt="" width="500" height="338" /></a></p>
<p>Menurut berita yang beredar, jam tangan G-Shock ini akan dilengkapi dengan Android Gingerbread. Kemudian tombol tombol yang biasa ada di bawah bagian smartphone, akan ada di sisi samping jam tangan G-Shock.</p>
<p>Hal yang menarik lainnya adalah <em>tagline</em> dari G-Shock yaitu &#8220;<em>Resistance</em>&#8220;. Nah berarti nantinya para penggemar Android dan juga G-Shock akan bisa menikmati fitur Android di dalam air (diving dan lainnya), atau bahkan <em>device</em> android nya akan tahan banting dan tekanan.</p>
<p>Memang belum ada harga resmi yang dikeluarkan dari pihak Casio untuk G-Shock Android nya ini. Tetapi buat saya pribadi yang juga penggemar G-Shock, device ini sangat menarik untuk dimiliki.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2012/01/25/g-shock-akan-segera-dipersenjatai-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Masuk ke Jajaran Top Ten di Android Market ?</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2012/01/20/bagaimana-masuk-ke-jajaran-top-ten-di-android-market/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2012/01/20/bagaimana-masuk-ke-jajaran-top-ten-di-android-market/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 06:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=9085</guid>
		<description><![CDATA[Jika berbicara aplikasi mobile di Android market ataupun application store lainnya, pasti kita akan membahas juga mengenai bagaimana masuk ke jajaran top ten dari market tersebut. Posisi top ten bukan hanya keren didengar tetapi juga bisa meningkatkan jumlah download yang tentu saja membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan. Pertanyaan yang sering saya jumpai adalah, seberapa banyak kah jumlah download yang diperlukan untuk masuk ke jajaran top ten?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/top10.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-9088" title="top10" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/top10-150x300.gif" alt="" width="150" height="300" /></a>Jika berbicara aplikasi mobile di Android market ataupun application store lainnya, pasti kita akan membahas juga mengenai bagaimana masuk ke jajaran top ten dari market tersebut. Posisi top ten bukan hanya keren didengar tetapi juga bisa meningkatkan jumlah download yang tentu saja membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan. Pertanyaan yang sering saya jumpai adalah, seberapa banyak kah jumlah download yang diperlukan untuk masuk ke jajaran top ten?</p>
<p>Jawaban yang saya dapat setelah berbincang bincang dengan rekan sesama developer adalah beragam. Tergantung dari application storenya. Dan kali ini saya akan coba mengupas strateginya untuk Android market. Jika berbicara Android market, maka jumlah download yang diperlukan tidaklah selalu harus ratusan ribu untuk mencapai top ten. Tapi, tidak bisa juga hanya mengandalkan momen tertentu, atau judul tertentu untuk bisa masuk kejajaran top ten.</p>
<p>Yang perlu diketahui adalah, Google memiliki 200 parameter yang bisa dikombinasikan untuk memungkinakn si aplikasi masuk ke jajaran top ten. Dan sampai saat ini Google selalu memperbarui algoritmanya tersebut. Dan satu hal lagi yang tidak boleh dilewatkan adalah, tiap negara memiliki algoritma tersendiri yang juga berbeda beda antar negara. Jika aplikasi anda banyak di download di Jepang, belum tentu aplikasi anda masuk kejajaran top ten di Indonesia misalnya.</p>
<p>Walaupun begitu ada beberapa tolak ukur dari Google yang hingga saat ini cukup ampuh untuk dicoba diimplementasikan. Salah satunya adalah faktor dari rata rata jumlah download. Jika aplikasi anda hanya memiliki rata rata download perhari maksimal 300, maka secara kasar aplikasi anda akan sulit masuk kedalam top ten. Tetapi, jika anda bisa meningkatkan jumlah download rata rata dari 300 ke 20.000 &#8211; 50.000 perhari dalam kurun waktu 1-3 minggu, maka ada kemungkinan aplikasi anda akan hadir dijajaran top ten, walaupun jumlah download keseluruhan tidak mencapai 100.000 ke atas.</p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-19-at-1.46.23-PM.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-9086" title="lonjakan jumlah download di android market" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-19-at-1.46.23-PM.png" alt="" width="214" height="212" /></a></p>
<p>Faktor kedua adalah rating. Rating menjadi faktor yang di perhatikan banyak developer. Kebanyakan berpikiran bahwa dengan mendapatkan rating secepatnya maka aplikasi mereka akan juga cepat masuk ke top ten. Kadang mereka mereka memunculkan notifikasi untuk memasukan rating di tengah tengah aplikasi dijalankan. Cara ini sebenarnya cukup beresiko jika si developer tidak memunculkannya di waktu yang tepat. Kenapa? karena kadang pengguna merasa jengkel dengan notifikasi ini dan akhirnya meninggalkan rating yang rendah, padahal mereka menyukai aplikasi tersebut. Berikut adalah contohnya.</p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-19-at-1.51.02-PM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9087" title="Contoh komentar di android market" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-19-at-1.51.02-PM-300x135.png" alt="" width="300" height="135" /></a></p>
<p>Berikan kesempatan kepada pengguna untuk mencoba lebih lama dan lebih sering. Barulah munculkan notifikasi untuk meninggalkan rating pada aplikasi anda.</p>
<p>Faktor berikutnya adalah lama aplikasi anda berada di handset pengguna. Dengan membuat aplikasi yang mengajak pengguna untuk memakai nya lagi di waktu yang lain, maka akan semakin memperbesar kesempatan anda untuk masuk ke jajaran top ten. Contoh mudahnya adalah aplikasi game yang berbasis time based, kemudian ada apikasi news reader, atau bahkan aplikasi chat. Jika aplikasi anda banyak di download (misal 200.000), tetapi setelah 1 minggu di remove dari handset pengguna, maka kecil kemungkinan aplikasi tersebut bisa masuk kejajaran top ten.</p>
<p>Perlu diketahui juga bahwa apliaksi yang masuk featured, belum tentu akan bisa masuk top ten dengan cepat. Mengapa? karena belum tentu aplikasi tersebut dimainkan, atau bahkan bertahan lama di handset pengguna. Jadi jangan puas dulu jika aplikasi anda hanya masuk di featured Android Market.</p>
<p>Nah, trik untuk mengatasi nya jika dipandang dari segi marketing adalah dengan membelanjakan budget marketing anda di minggu minggu awal, dan bukan untuk jangka panjang. Cara ini tidak serta merta berhasil, jika konten dari aplikasi tersebut memang tidak menarik. Tapi jika anda yakin aplikasi anda menarik, tidak ada salahnya mencoba untuk membelanjakan budget marketing anda di minggu minggu awal. Karena dengan jumlah download yang tidak terlalau banyak, tetapi memiliki lonjakan yang sangat besar maka kesempatan anda untuk masuk kedalam top ten akan semakin besar.</p>
<p>Nah tadi itu adalah hasil diskusi dan riset kecil kecilan dari saya pribadi. Bagaimana dengan anda? apakah anda punya cara lainnya untuk bisa menembus jajaran top ten di Android Market? Silahkan berbagi di kolom komentar kami jika ada ide atau pengalaman menarik yang anda miliki.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2012/01/20/bagaimana-masuk-ke-jajaran-top-ten-di-android-market/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Smartphone : Gadget yang Semakin Menyentuh Emosi Penggunanya?</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2012/01/18/smartphone-gadget-yang-semakin-menyentuh-emosi-penggunanya/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2012/01/18/smartphone-gadget-yang-semakin-menyentuh-emosi-penggunanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 09:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[handphone]]></category>
		<category><![CDATA[memory]]></category>
		<category><![CDATA[mind]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=9060</guid>
		<description><![CDATA[Handphone sekarang ini dianggap sebagai benda penting yang harus dimiliki atau dibawa kemanapun si pengguna pergi. Jika sebelumnya sebagian besar digunakan hanya untuk tujuan komunikasi semata (telepon dan SMS) , handphone saat ini telah lebih memiliki banyak kegunaan daripada hanya sekedar 2 hal tersebut. Apalagi ditambah dengan kemuculan smartphone. Smartphone bisa digambarkan sebagai gadget multimedia yang semakin dekat secara personal, emosional, dan bahkan mempengaruhi tingkat produktivitas seseorang. Lalu timbul pertanyaan. Kenapa Bisa Begitu?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-18-at-10.07.00-AM.png"><img class="alignleft  wp-image-9061" style="margin: 5px;" title="love smartphone" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-18-at-10.07.00-AM-262x300.png" alt="" height="150" /></a>Handphone sekarang ini dianggap sebagai benda penting yang harus dimiliki atau dibawa kemanapun si pengguna pergi. Jika sebelumnya sebagian besar digunakan hanya untuk tujuan komunikasi semata (telepon dan SMS), handphone saat ini telah memiliki lebih banyak kegunaan daripada hanya sekedar 2 hal tersebut. Apalagi ditambah dengan kemuculan smartphone. Smartphone bisa digambarkan sebagai gadget multimedia yang semakin dekat secara personal, emosional, dan bahkan mempengaruhi tingkat produktivitas seseorang. Lalu timbul pertanyaan. Kenapa bisa begitu?</p>
<p>Smartphone sendiri secara umum dapat melakukan banyak hal yang berbungan dengan komunikasi maupun multimedia. Contohnya seperti telepon, SMS, foto, video, berkirim foto dan lain sebagainya. Tapi menurut saya ada dua fitur sederhana yang membuat smartphone secara umum sangat diminati, khususnya di Indonesia. Yang pertama adalah hadirnya kamera dan yang kedua adalah fitur smartphone sebagai penyimpan &#8220;memori&#8221; penting seseorang.</p>
<p>Kebanyakan smartphone saat ini kebanyakan sudah dilengkapai 2 kamera. 1 Kamera belakang, yang biasanya memiliki resolusi yang lebih besar dari kamera depan. Semakin besar resolusi biasanya gambar yang dihasilkan akan semakin jernih dan membuat seseorang menjadi lebih menarik. Maka dari itu di Indonesia dapat dipastikan kalau smartphone berkamera bagus pasti akan dipakai oleh kebanyakan para wanita untuk narsis berfoto. Dan bagi para pria kebanyakan digunakan untuk memfoto objek menarik yang di temukan di suatu tempat. Kamera pada smartphone membuat si pengguna tidak ingin melewatkan mengabadikan momen spesial dan langsung membagikannya ke akun jejaring sosial mereka.</p>
<p>Nah, fitur yang kedua ini memang sangat sederhana. Yaitu smartphone sebagai media penyimpanan file file multimedia seperti foto, video, suara, musik, dan tulisan. Tapi jika kita pikirkan lebih dalam lagi, maka memori di smartphone tidak hanya menyimpan file file multimedia saja, tapi juga menyimpan nilai kenang-kenangan bagi si pengguna. Entah kenapa saya berpikiran sedikit mellow, tapi saya yakin kalau gadget yang satu ini lebih banyak menyimpan kenangan dibandingkan gadget lainnya. Mulai dari kenang-kenangan bersama keluarga, pekerjaan, sampai teman teman. Banyak orang yang kehilangan smartphone mereka, lebih merasa kehilangan data data pribadi, foto foto kenangan, video, hingga kontak teman-teman mereka. Lucunya kadang mereka merasa kehilangan SMS yang sarat kenangan daripada file-file multimedia lainnya. Bahkan fenomena yang menarik di Indonesia adalah, kehilangan smartphone menjadi masalah besar bagi sebagian orang karena foto-foto atau video yang sangat pribadi ada di gadget yang berukuran mini tersebut.</p>
<p>Yap, 2 fitur sederhana yang saya rasa cukup membuat smartphone sangat dibutuhkan berada di dekat si penggunanya. Tidak bisa lepas dari genggaman, dan menjadikannya gadget yang dekat secara emosional dengan penggunanya. Tidak sedikit pengguna smartphone yang senyum-senyum sendiri kalau memandangi gadget mungil ini. Atau kadang menangis, tertawa samapai marah marah ke smartphone mereka. Sesuatu yang sederhana dari smartphone (bahkan ada di handphone biasa), tapi menjadikannya salah satu gadget yang sangat dekat manusia saat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2012/01/18/smartphone-gadget-yang-semakin-menyentuh-emosi-penggunanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Smarterphone : Pengembang Smartphone OS yang Diakusisi Nokia</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2012/01/17/smarterphone-pengembang-smartphone-os-yang-diakusisi-nokia/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2012/01/17/smarterphone-pengembang-smartphone-os-yang-diakusisi-nokia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 06:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoNews]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[nokia]]></category>
		<category><![CDATA[os]]></category>
		<category><![CDATA[Smarterphone]]></category>
		<category><![CDATA[ui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=9035</guid>
		<description><![CDATA[Kalau saya perhatikan pasar handphone maupun smartphone untuk kalangan lowend semakin hari semakin menjadi pasar yang sangat menjanjikan. Hal ini nampaknya juga memicu munculnya perusahaan perusahaan yang ingin membuat handphone biasa (lowend) menjadi lebih smart / serasa smartphone. Optimalisasi Software sampai aplikasi mobile mulai bermuculan satu persatu. Baru baru ini saya mendengar kabar yang menarik mengenai sebuah perusahaan bernama Smarterphone. Kabarnya perusahaan ini di akusisi oleh Nokia di kisaran November 2011. Nah kalau begitu apa itu Smarterphone? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-17-at-12.45.18-PM.png"><img class="alignleft  wp-image-9041" style="margin: 5px;" title="Screen Shot 2012-01-17 at 12.45.18 PM" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-17-at-12.45.18-PM-300x133.png" alt="" width="200" /></a>Kalau saya perhatikan pasar handphone maupun smartphone untuk kalangan <em>lowend</em> semakin hari semakin menjadi pasar yang sangat menjanjikan. Hal ini nampaknya juga memicu munculnya perusahaan perusahaan yang ingin membuat handphone biasa (<em>lowend</em>) menjadi lebih <em>smart</em> / serasa <em>smartphone</em>. Optimalisasi Software sampai aplikasi mobile mulai bermuculan satu persatu. Baru baru ini saya mendengar kabar yang menarik mengenai sebuah perusahaan bernama Smarterphone. Kabarnya perusahaan ini di akusisi oleh Nokia di kisaran November 2011. Nah kalau begitu apa itu Smarterphone?</p>
<p>Smarterphone sendiri memposisikan diri mereka sebagai &#8220;<em>developer of software optimized for feature phones</em>&#8220;. Bisa dibilang mereka fokus mengembangkan software untuk mengoptimalisasikan <em>feature phone</em> segingga bisa memiliki fitur fitur dan tampilan layaknya <em>smartphone</em> walaupun dengan spesifikasi <em>hardware</em> yang terbatas. Smarterphone sendiri tadinya bernama Kvaleberg dan bergerak di bidang kostumisasi software handphone, seperti handphone handphone Cina.</p>
<p>Kembali ke soal akusisi nya oleh Nokia, nampaknya Nokia memang masih serius sekali menggarap pasar <em>mid-to-low end phone</em> di pasaran dunia. Walupun mereka sudah memiliki WP7 yang sudah mulai naik namanya di pasaran dengan kehadiran Lumia. Informasi yang saya dapat masih belum jelas akan peranan Smarterphone dalam pengembangan produk yang ada di Nokia. tapi melihat fitur fitur yang sudah dimiliki Smarterphone sejauh ini, nampaknya akan menjadi sebuah kolaborasi yang menarik kedepannya.</p>
<p>Fitur fitur yang ditawarkan smarterphone meliputi integrasi ke <em>social media</em> di berbagai fitur, <em>web browser</em>, tampilan <em>gallery</em> multimedia yang menarik, Email, <em>notification</em>, <em>widget</em>, <em>calendar &amp; to do</em> dan lain lain. Berikut adalah beberapa gambar tampilan dari fitur smarterphone. Anda juga bisa mengunjungi <a href="http://www.smarterphone.com" target="_blank">website smartphone </a>dan <a href="http://www.youtube.com/user/SmarterphoneAS/videos" target="_blank">channel youtube</a> mereka untuk mengetahui lebih jauh mengenai fitur yang mereka tawarkan.</p>
<div id="attachment_9038" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-17-at-12.44.36-PM2.png"><img class=" wp-image-9038 " title="UI Smarterphone" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-17-at-12.44.36-PM2.png" alt="UI Smarterphone" width="550" /></a><p class="wp-caption-text">UI Smarterphone </p></div>
<div id="attachment_9039" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-17-at-12.42.55-PM.png"><img class=" wp-image-9039 " title="Intergrasi ke Social Media" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-17-at-12.42.55-PM.png" alt="Intergrasi ke Social Media" width="550" /></a><p class="wp-caption-text">Intergrasi ke Social Media</p></div>
<div id="attachment_9040" class="wp-caption aligncenter" style="width: 256px"><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-17-at-12.45.59-PM.png"><img class="size-full wp-image-9040" title="Fitur Email" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-17-at-12.45.59-PM.png" alt="Fitur Email" width="246" height="331" /></a><p class="wp-caption-text">Fitur Email</p></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2012/01/17/smarterphone-pengembang-smartphone-os-yang-diakusisi-nokia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

