<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TeknoJurnal &#187; mobile development</title>
	<atom:link href="http://www.teknojurnal.com/tag/mobile-development/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.teknojurnal.com</link>
	<description>Your IT Development Guide</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 12:00:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Java ME, Nasibmu Kini&#8230;</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2010/08/06/java-me-nasibmu-kini/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2010/08/06/java-me-nasibmu-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 05:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman Nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[j2me]]></category>
		<category><![CDATA[jme]]></category>
		<category><![CDATA[mobile development]]></category>
		<category><![CDATA[sun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=2251</guid>
		<description><![CDATA[Jaman-jaman kejayaan Java ME sepertinya sudah berakhir, platform mobile dari Java ini terus kehilangan pamornya. Beberapa tahun lalu Java ME masih menjadi "the talk of the town" di kalangan mobile developer, tapi sekarang Java ME hanya sayup-sayup terdengar. Dan jika nasib Java ME terus terpuruk bukan tidak mungkin Java ME akan masuk liang kubur karena ditinggal baik itu oleh para mobile developer atau oleh vendor handphone.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2258" title="dukewithhelmet" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/08/dukewithhelmet-150x150.jpg" alt="dukewithhelmet" width="125" height="125" />Jaman-jaman kejayaan Java ME sepertinya sudah berakhir, platform mobile dari Java ini terus kehilangan pamornya. Beberapa tahun lalu Java ME masih menjadi &#8220;the talk of the town&#8221; di kalangan  mobile developer, tapi sekarang Java ME hanya sayup-sayup terdengar. Dan jika nasib Java ME terus terpuruk bukan tidak mungkin Java ME akan masuk liang kubur karena ditinggal baik itu oleh para mobile developer atau oleh vendor handphone.</p>
<p>Cek grafik Google Trends di bawah ini buat sedikit gambaran seberapa turun pamor Java ME:</p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/08/j2me_trend.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-2269" title="j2me_trend" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/08/j2me_trend.png" alt="j2me_trend" width="580" height="260" /></a></p>
<p>Dan lalu cek perkembangan pesaing kuat Java ME berikut (Google Android):</p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/08/java_android_trend.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-2272" title="java_android_trend" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/08/java_android_trend.png" alt="java_android_trend" width="580" height="260" /></a>Makin berkuranganya pamor Java ME menurut saya dikarenakan oleh beberapa poin berikut:</p>
<ol>
<li>Implementasi spesifikasi Java ME oleh produsen handphone berbeda-beda sehingga merepotkan developer untuk mengembangkan aplikasi untuk berbagai macam jenis handphone</li>
<li>Perkembangan Google Android yang sangat pesat. Dan dikarenakan Google Android menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman utamanya, programmer Java ME dapat dengan mudah berpindah ke Android.</li>
<li>Java ME masih memiliki banyak kelemahan tapi belum ada perkembangan dari  Sun sendiri mengenai Java ME, berbeda dengan Java SE yang sudah  memiliki basis yang kuat.</li>
<li>Java ME hanya memiliki akses yang terbatas ke dalam sistem handphone</li>
<li>Google melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengimplementasikan Java di platform mobile</li>
<li>Pasar smartphone yang semakin luas menggeser popularitas feature phone</li>
<li>Smartphone semakin terjangkau. Dengan hanya 2 juta seseorang sudah bisa mendapatkan smartphone, dan dalam waktu dekat dikabarkan akan ada smartphone Android di bawah 1 juta</li>
</ol>
<p>Untuk poin tambahan, vendor handphone lokal mulai mengadopsi bahasa C  untuk membuat aplikasi mobile dikarenakan performanya yang tinggi  dibandingkan dengan Java ME.&#8217;</p>
<p>Saya yang dulu memasuki dunia mobile pertama kali melalui Java ME sendiri merasa ada perubahan dengan tren dunia mobile dan cukup tercengang melihat perkembangan dunia mobile dibanding awal-awal saya belajar Java ME, dan memang hal ini wajar. Menurut saya bahasa pemrograman dan teknologi selalu berkembang, jadi tidak masalah jika Java ME harus &#8220;stay low&#8221; di dunia mobile development digantikan oleh saudaranya yang lebih powerfull. Lagipula, programmer harus bisa mengadopsi teknologi mobile yang lebih baru seperti Apple iOS dan Google Android untuk terus berkembang.</p>
<p>Prediksi kasar saya, dalam waktu 2-3 tahun,  platform mobile untuk feature phone semacam Java ME akan berada di posisi hidup segan mati tak mau digeser oleh platform smartphone. Jadi, gimana menurut anda? Apa Java ME masih memiliki masa depan yang cerah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2010/08/06/java-me-nasibmu-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ovi App Wizard &#8211; Upaya Nokia Untuk Menarik Mobile Developer</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2010/07/29/ovi-app-wizard-upaya-nokia-untuk-menarik-mobile-developer/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2010/07/29/ovi-app-wizard-upaya-nokia-untuk-menarik-mobile-developer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 06:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[TeknoNews]]></category>
		<category><![CDATA[app wizard]]></category>
		<category><![CDATA[mobile development]]></category>
		<category><![CDATA[nokia]]></category>
		<category><![CDATA[ovi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=2122</guid>
		<description><![CDATA[Punya account Twitter atau Facebook? Atau mungkin sebuah situs web? Atau kombinasi dari ketiganya? Jika demikian, Anda sekarang dapat menjadi pengembang aplikasi mobile dengan memanfaatkan konten-konten yang anda miliki tadi. Berkat adanya layanan baru dari Nokia yang masih beta yaitu Nokia Ovi App Wizard. Anda tidak lagi memerlukan tool lain seperti SDK, keterampilan coding atau lainnya untuk membuat aplikasi mobile yang sedernaha.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2143" title="ovi-logo-300x300" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/07/ovi-logo-300x300-150x150.jpg" alt="ovi-logo" width="150" height="150" />Punya account Twitter atau Facebook? Atau mungkin sebuah situs web? Atau kombinasi dari ketiganya? Jika demikian, Anda sekarang dapat menjadi pengembang aplikasi mobile dengan memanfaatkan konten-konten yang anda miliki tadi. Berkat adanya layanan baru dari Nokia yang masih beta yaitu <a href="http://appwizard.ovi.com/" target="_blank">Nokia Ovi App Wizard</a>. Anda tidak lagi memerlukan tool lain seperti SDK, keterampilan coding atau lainnya untuk membuat aplikasi mobile yang sedernaha.</p>
<p>Dengan menggunakan Nokia Ovi App Wizard, pengguna hanya perlu memasukan alamat URL dari website/ blog, akun Facebook, feed Twitter, atau RSS feed yang dimiliki. Kemudian dilanjutkan dengan upload logo, serta diikuti beberapa langkah simpel berikutnya. Anda dapat menjadi pengembang aplikasi Ovi dalam waktu kurang dari 24 jam. Gak percaya? Dibawah ini ada contoh video saat seseorang ingin membuat aplikasi mobile menggunakan Ovi App Wizard. Lama videonya sekitar 8 menitan berarti anda bisa membuat aplikasi mobile sekitar 8 menit saja&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="640" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/E0abhwqcZyk&amp;color1=0x6699&amp;color2=0x54abd6&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="640" height="385" src="http://www.youtube.com/v/E0abhwqcZyk&amp;color1=0x6699&amp;color2=0x54abd6&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Kalau kita lihat dari fitur yang ditawarkan dari Ovi App Wizard, memang belum banyak yang ditawarkan tapi bisa membantu para non-mobile programmer untuk mengembangkan sebuah aplikasi mobile. Tetapi kalau kita lihat dari segi si Nokianya sendiri, apa ya keuntungan yang mereka dapat? Ok pertama kita lihat dulu dari perkembangan application store untuk mobile phone saat ini. Saat ini Nokia sedang di tahap kalah dalam perang pengembangan dan bisnis toko aplikasi  dengan Apple (<a href="http://store.apple.com/us" target="_blank">App Store</a>) dan Google (<a href="http://www.android.com/market/" target="_blank">Android Market</a>) .Maka dari itu si Nokia meluncurkan &#8220;Ovi App Wizard&#8221; untuk membantu para developer dan juga para non-developer membuat aplikasi sederhana dan lalu mempublikasikannya di <a href="https://store.ovi.com/" target="_blank">Ovi Store</a>.</p>
<p>Memang dengan di luncurkan nya OVI App Wizard ini setidaknya akan menambah koleksi aplikasi yang tersedia di Ovi Store. Tetapi  langkah yang dibuat nokia ini bisa saja menjadi bumerang untuk mereka sendiri, karena jika kita lihat aplikasi yang dapat dibuat dengan OVI App Wizard sangat berdasarkan pada RSS feed web lain, sehingga besar kemungkinan banyak developer yang akan meluncurkan aplikasi dari OVI App Wizard (dikarenakan gratis dan juga dapat revenue dari iklan) sehingga OVI Store akan terlalu ramai dengan aplikasi SERUPA yang tidak menawarkan fitur baru sehingga efeknya bisa mengacaukan pasar dari OVI App Store itu sendiri. So sepertinya kali ini Nokia lebih memilih kuantitas daripada kualitas.</p>
<p>Mungkin jika hanya fitur agregasi data saja yang ditawarkan oleh Ovi App Wizard maka judul App Wizard sebetulnya tidak cocok, lebih cocok dinamakan Ovi Feed Reader Generator. Mungkin Nokia bisa mencontoh Google dengan <a href="http://sites.google.com/site/appinventor/" target="_blank">App Inventor</a> mereka yang memiliki kapabilitas jauh lebih besar daripada Ovi App Wizard.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2010/07/29/ovi-app-wizard-upaya-nokia-untuk-menarik-mobile-developer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekap Kuliah Umum &#8211; Perkembangan Dunia Mobile dan Startup Lokal</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2010/07/19/rekap-kuliah-umum-perkembangan-dunia-mobile-dan-startup-lokal/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2010/07/19/rekap-kuliah-umum-perkembangan-dunia-mobile-dan-startup-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 05:15:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman Nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah umum]]></category>
		<category><![CDATA[mobile development]]></category>
		<category><![CDATA[startup lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=2041</guid>
		<description><![CDATA[Hari Jumat sore minggu lalu, saya dan Sanny Gaddafi (Sagad) dari Fupei diminta untuk menjadi pembicara di kuliah umum yang diadakan di CCIT-FTUI. Saya menjelaskan tentang perkembangan dunia mobile dan Sagad menjelaskan mengenai startup lokal. Kuliah umum ini diadakan dalam rangka mengenalkan komunitas startup lokal yang terbentuk beberapa bulan lalu dan seperti apa perkembangan dunia mobile yang ada pada saat ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Jumat sore minggu lalu, saya dan Sanny Gaddafi (Sagad) dari Fupei diminta untuk menjadi pembicara di kuliah umum yang diadakan di <a href="http://ccit.eng.ui.ac.id/" target="_blank">CCIT-FTUI</a>. Saya menjelaskan tentang perkembangan dunia mobile dan Sagad menjelaskan mengenai startup lokal. Kuliah umum ini diadakan dalam rangka mengenalkan komunitas startup lokal yang terbentuk beberapa bulan lalu dan seperti apa perkembangan dunia mobile yang ada pada saat ini.</p>
<p>Peserta kuliah umum sepertinya sangat antusias dengan tema yang dibawakan, karena ilmu yang di-share tidak biasa ditemukan di kuliah formal seperti pada umumnya. Saya sendiri menjelaskan mulai dari persaingan ketat antar sistem operasi smartphone hingga vendor-vendor handphone lokal. Sagad menjelaskan mengenai komunitas #startupLokal, <a href="http://www.sparxup.com" target="_blank">SparxUp</a>, <a href="http://swastartup.com/" target="_blank">SWAStartup</a>, hingga contoh-contoh startup yang ada saat ini.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya mengenai bahan-bahan yang disajikan di kuliah umum tersebut, bisa cek slide di bawah ini:</p>
<div id="__ss_4779900" style="width: 100%; text-align: center;"><strong style="display: block; margin: 12px 0 4px;"><a title="Mobile Development" href="http://www.slideshare.net/JFireMan/mobile-development-4779900">Mobile Development</a></strong><object id="__sse4779900" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=mobiledevelopment-100717223809-phpapp02&amp;stripped_title=mobile-development-4779900" /><param name="name" value="__sse4779900" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="__sse4779900" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=mobiledevelopment-100717223809-phpapp02&amp;stripped_title=mobile-development-4779900" name="__sse4779900" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="padding: 5px 0 12px;"></div>
</div>
<p>Dan untuk slide mengenai startup bisa dicek di blognya Sagad: <a href="http://sagad.net/2010/07/kuliah-umum-ccti-ui/" target="_blank">sagad.net</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2010/07/19/rekap-kuliah-umum-perkembangan-dunia-mobile-dan-startup-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Android &#8211; Apakah Akan Menjadi Tren di Indonesia?</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2010/07/05/google-android-apakah-akan-menjadi-tren-di-indonesia/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2010/07/05/google-android-apakah-akan-menjadi-tren-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 09:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman Nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[mobile development]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=1871</guid>
		<description><![CDATA[Saya beberapa hari lalu kembali melemparkan pertanyaan di Facebook mengenai apakah Android bisa menjadi tren di Indonesia dan apa yang developer mobile lokal bisa lakukan dengan Android di Indonesia. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya mengundang Batista Harahap dari Media Fusion dan Kristiono Setyadi dari United Coders untuk memberikan pendapat mereka tentang pertanyaan tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1880" title="Google Android" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/07/android-logo-150x150.jpg" alt="Google Android" width="96" height="96" />Saya beberapa hari lalu kembali melemparkan pertanyaan di Facebook mengenai apakah Android bisa menjadi tren di Indonesia dan apa yang developer mobile lokal bisa lakukan dengan Android di Indonesia. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya mengundang <a href="http://www.bango29.com/" target="_blank">Batista Harahap</a> dari Media Fusion dan <a href="http://kristiono-setyadi.net/" target="_blank">Kristiono Setyadi</a> dari United Coders untuk memberikan pendapat mereka tentang pertanyaan tersebut. Berikut adalah pendapat yang saya dapat:</p>
<p><strong>Batista Harahap:</strong></p>
<blockquote><p>Untuk yang pertama apakah Android bisa menjadi tren di Indonesia,  kayanya mesti dilihat dari 3 perspektif yaitu consumer, developer dan  vendor&#8230;.</p>
<p>Kalo dari sisi developer, gue rasa  kita bisa sama-sama bilang bahwa SDK Android adalah salah satu yang  terbaik. Gue rasa tren yang dapat terjadi adalah aplikasi-aplikasi kecil  akan bertaburan. Oleh karena sifat Android yang menembus berbagai  vendor handset, maka developer akan diuntungkan oleh marketing  activities tiap vendor. Disini yang dapat berkembang mungkin  monetization dari aplikasi-aplikasi lokal. Namun agar monetization dapat  terjadi, developer pun mesti bersatu agar suara kita lebih lantang  dibandingkan satu per satu yang pastinya akan menguntungkan. Untuk  monetization yg dpt terjadi gue rasa beragam yah. Bisa jadi thread  sendiri hehehe.</p>
<p>Sebagai consumer, tanpa mereka sadari, di setiap  hp Android yang mereka punya, mereka menggunakan salah satu Mobile OS  terbaik di era mobile ini. Secara User Experience (UX), saya rasa tidak  kalah dengan platform lainnya. Hal ini kembali lg adalah hasil dari  inisiatif Google yang selalu menawarkan best practice kepada  user-usernya dan bersifat OPEN. Agar hal-hal tersebut dpt sampai kepada  consumer, gue rasa education perannya penting seperti Google educate  developer mengenai Android. Hal ini khususnya menjadi signifikan di  Indonesia karena Google blm mempunyai presence disini sehingga vendor  memainkan peranan yang penting.</p>
<p>Dengan dukungan dari berbagai  vendor macam HTC, Samsung, Sony Ericsson, Huawei, LG, Nexian, dll gue  rasa hanya tinggal menunggu waktu. Gue sendiri terlibat dalam sebuah  projek yang menggunakan Android sebagai platform yang dituju. Rasanya  seperti vendor keep quiet dulu sekarang.</p>
<p>Partnership antara  Android dan Vendor adalah partnership antara nama-nama besar. Hal ini  adalah kekuatan jika dieksekusi dengan baik, tinggal liat aja ke  depannya gimana.</p>
<p>Untuk pertanyaan kedua, gue udah menjawab  sedikit diatas. Yang perlu ditegaskan lg adalah pentingnya kesatuan agar  kita punya leverage lebih untuk monetize aplikasi-aplikasi kita.</p></blockquote>
<p>Dan berikut adalah respon dari saya dari pendapat Batista Harahap:</p>
<blockquote><p>Untuk dari sisi developer dan vendor saya sangat setuju tapi dari sisi  consumer, hmmmmm kayaknya menurut saya pribadi gak mudah untuk meraup  pasar yang luas di Indonesia dalam waktu dekat, tapi untuk pasar  geeks/techies saya yakin Android akan cukup bagus penetrasinya.</p>
<p>Hal  ini soalnya menurut saya karena &#8230; kebanyakan alur user interface  aplikasi-aplikasi yang ada di Android agak cukup membingungkan bagi  pengguna biasa, gak mungkin kayaknya kita harus buat guide panjang untuk  menggunakan aplikasi mobile. Beda dengan apple yang sepertinya alur  user interface aplikasi-aplikasinya cukup &#8220;natural&#8221; untuk pengguna  biasa. Dan kayaknya pengguna handphone di Indonesia belum cukup terbiasa  dengan model touch-screen.</p></blockquote>
<p><strong>Kristiono Setyadi:</strong></p>
<blockquote><p>1. Android bisa jadi tren di Indonesia? Tentu saja. Menurut saya, ini  hanyalah masalah waktu. iPhone sudah mulai tren di Indonesia dan Android  akan bersaing ketat di belakangnya, disusul BB di belakang Android.  Saya melihat ke depan, orang-orang yang pertama  kali mengadopsi Android adalah orang-orang technical yang memang  memanfaatkan Android sebagai developing platform mereka.</p>
<p>Dengan  jumlah early-adopter Android yang tinggi dari orang-orang tech-savvy  inilah muncul aplikasi-aplikasi lokal yang betul-betul bisa membuat  pasar Android beranjak naik. So, kita tinggal tunggu saja booming  Android di Indonesia :)</p>
<p>2. Apa yang para developer mobile lokal  bisa lakukan dengan Android di Indonesia? Banyak! Salah satunya, tentu  saja, dengan mengembangkan aplikasi yang dapat dimanfaatkan baik lokal  maupun global :)</p></blockquote>
<p>Nah apa para pembaca punya pendapat tersendiri tentang pertanyaan saya tersebut? Silahkan di-<em>share</em> di kolom komentar  :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2010/07/05/google-android-apakah-akan-menjadi-tren-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

