<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TeknoJurnal &#187; operator</title>
	<atom:link href="http://www.teknojurnal.com/tag/operator/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.teknojurnal.com</link>
	<description>Your IT Development Guide</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 12:00:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Layanan Value Added Service (VAS) Diperkirakan Mulai Terpengaruh Kebijakan Moratorium SMS</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2011/11/10/layanan-value-added-service-vas-diperkirakan-mulai-terpengaruh-kebijakan-moratorium-sms/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2011/11/10/layanan-value-added-service-vas-diperkirakan-mulai-terpengaruh-kebijakan-moratorium-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 05:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoNews]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[moratorium]]></category>
		<category><![CDATA[operator]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[vas]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=7914</guid>
		<description><![CDATA[Kebijakan moratorium layanan pesan singkat (SMS) premium yang berlaku sejak 18 Oktober 2011 nampaknya mulai memberi pengaruh yang cukup besar bagi operator telekomunikasi. Tercatat penurunan pendapatan Value Added Service (VAS) operator telekomunikasi turun dari kisaran 50% - 90% di kuartal IV 2011.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/11/mobile-VAS-indonesia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-7915" style="border-width: 2px; border-color: black; border-style: solid; margin: 5px;" title="mobile VAS indonesia" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/11/mobile-VAS-indonesia.jpg" alt="" width="224" height="201" /></a>Kebijakan moratorium layanan pesan singkat (SMS) premium yang berlaku sejak 18 Oktober 2011 nampaknya mulai memberi pengaruh yang cukup besar bagi operator telekomunikasi. Tercatat penurunan pendapatan Value Added Service (VAS) operator telekomunikasi turun dari kisaran 50% &#8211; 90% di kuartal IV 2011.</p>
<p>Untuk PT XL Axiata Tbk yang kontribusi VAS terhadap pendapatan perusahaan sebesar 17%, mereka mengalami penurunan yang sangat tajam dari layanan VAS mereka. Nilai penurunannya ada di kisaran 90% di kuartal ke IV. Sementara PT Indosat Tbk juga memiliki memprediksi nilai penurunan sebesar 50% dari pendapatan layanan VAS.</p>
<p>Moratorium layanan SMS premium sendiri mengakibatkan operator melakukan <em>reset</em> ulang layanan-layanan tersebut, sehingga data semua pelanggan layanan VAS hilang dan bisnis VAS harus kembali dimulai dari awal. Faktor inilah yang cukup memberi kontribusi besar dari turunnya pendapatan VAS operator telekomunikasi. Selain itu tingkat kepercayaan masyarakat terhadap VAS yang di tawarkan operator telkomunikasi semakin rendah. Operator harus membangun kembali kepercayaan para konsumen serta mengedukasi mereka mengenai VAS sebagai layanan tambahan yang transparan dan terpercaya sebelum mereka kembali berpromosi mengenai VAS mereka.</p>
<p>Di industri telekomunikasi seluler, layanan VAS menyumbang sebesar 7% dari keseluruhan total pendapatan industri ini di Indonesia. Dari nilai yang 7% itu, setengahnya merupakan bagian keuntungan bagi perusahaan konten dan juga mitra/<em>reseller</em> dari operator. Dan nilai yang setengah dari 7% itu diperebutkan oleh sekitar 205 perusahaan konten yang terdaftar di Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) serta 400-an perusahaan penyedia layanan SMS Premium. Bisa kita bayangkan jika pendapatan dari operator telekomunikasi sendiri menurun drastis di sektor VAS, bagaimana dengan para penyedia konten dan penyedia SMS premium? Pastinya pendapatan mereka pun akan cukup terpengaruhi.</p>
<p>Efek seperti ini memang tidak akan berlangsung dalam waktu lama. Karena konsumen sendiri sebenarnya perlu dengan VAS dari operator telekomunikasi. Hanya saja tingkat kepercayaan mereka sedang di titik terendah saat ini. Saat mereka sudah mulai percaya dan lupa akan isu ini, maka saya rasa penggunaan VAS akan kembali meningkat.</p>
<p>Konsumen sendiri saat ini sudah memiliki yang namanya <em>budget</em> untuk penggunaan layanan VAS. Hanya saja mereka tidak mau membelanjakannya dikarenakan isu dari pencurian pulsa lewat layanan layanan SMS premium dan VAS. Nah di sinilah sebenarnya timbul peluang baru di industri telekomunikasi seluler. Operator pastinya juga akan mulai mencari alternatif lainnya seperti peningkatan layanan data, toko aplikasi, hingga bundling aplikasi secara langsung bersamaan dengan penjualan SIM card mereka. Usaha-usaha seperti ini diharapkan dapat membuat konsumen membelanjakan <em>budget</em> untuk VAS mereka yang cukup &#8220;terbengkalai&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2011/11/10/layanan-value-added-service-vas-diperkirakan-mulai-terpengaruh-kebijakan-moratorium-sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Ring Back Tone di Indonesia (VAS Sejuta Umat)</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2011/10/25/perkembangan-ring-back-tone-di-indonesia-vas-sejuta-umat/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2011/10/25/perkembangan-ring-back-tone-di-indonesia-vas-sejuta-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 09:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoNews]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[NSP]]></category>
		<category><![CDATA[operator]]></category>
		<category><![CDATA[RBT]]></category>
		<category><![CDATA[Ricng Back Tone]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>
		<category><![CDATA[vas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=7612</guid>
		<description><![CDATA[Nada Sambung Pribadi (NSP) atau biasa dikenal juga dengan istilah Ring Back Tone (RBT) merupakan layanan VAS (Value Added Service) yang cukup digemari masyarakat Indonesia. Layanan ini mulai naik daun di kisaran tahun 2007. Dan, uniknya layanan RBT ini harus dibayar oleh pelanggan telepon selular tanpa bisa didengarkan sendiri dan malah pihak pemanggil yang justru menikmati suara dari nada sambung tersebut. Selain digemari ternyata RBT meberikan keuntungan tersendiri bagi dunia telekomunikasi maupun industri musik di Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/10/ringback-tones.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-7613" style="margin: 5px;" title="ring back tones" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/10/ringback-tones-300x150.png" alt="" width="200" /></a>Nada Sambung Pribadi (NSP) atau biasa dikenal juga dengan istilah Ring Back Tone (RBT) merupakan layanan VAS (Value Added Service) yang cukup digemari masyarakat Indonesia. Layanan ini mulai naik daun di kisaran tahun 2007. Dan, uniknya layanan RBT ini harus dibayar oleh pelanggan telepon selular tanpa bisa didengarkan sendiri dan malah pihak pemanggil yang justru menikmati suara dari nada sambung tersebut. Selain digemari ternyata RBT meberikan keuntungan tersendiri bagi dunia telekomunikasi maupun industri musik di Indonesia.</p>
<p>Hingga saat ini jumlah rata-rata pengakses layanan RBT dalam satu bulan mencapai 7.000 nomor pelanggan. Jumlah ini diperkirakan akan terus naik karena didukung oleh makin dinamis dan bervariasinya musik di Indonesia, mulai dari musik dalam negeri hingga musik mancanegara.</p>
<p>Telkomsel sebagai salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia tercatat sudah memiliki kira-kira 6,25 juta pengguna RBT hingga saat ini. Jumlah ini naik 25% dari jumlah tahun lalu. Sebuah peningkatan yang cukup besar dan boleh dibilang memiliki kontribusi tersendiri untuk pendapatan konten Telkomsel. RBT sendiri berhasil menyumbang 20% dari total pendapatan konten mereka.</p>
<p>Jika saya bilang layanan RBT ini banyak memberikan profit untuk dunia telekomunikasi dan industri musik, hal itu memang benar adanya. Bisa kita mulai lihat dari penerapan sistem bagi hasil 45%:55% dengan porsi terbesar untuk penyedia konten (walaupun pembagian ini memang masih dirasa kurang untuk beberapa pihak). Hingga saat ini sudah ada kurang lebih 80-an label musik baik dari major label ataupun indie label yang ikut berpartisipasi dalam layanan RBT ini.</p>
<p>Sebuah bisnis digital yang mengandalkan konten yang dinamis dan variatif serta dapat masuk ke semua level masayarakat menjadikan bisnis RBT ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat terus eksis dan menggali keuntungan tentunya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2011/10/25/perkembangan-ring-back-tone-di-indonesia-vas-sejuta-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kondisi Layanan 3G Indonesia</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2011/10/07/kondisi-layanan-3g-indonesia/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2011/10/07/kondisi-layanan-3g-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 09:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[3G]]></category>
		<category><![CDATA[broadband]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[operator]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=7441</guid>
		<description><![CDATA[Negara kita Indonesia termasuk dalam 5 besar negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di Asia. Diantara begitu banyaknya pengguna Internet di Indonesia, ada yang mengakses melalui jaringan kabel telepon, dan ada juga yang mengakses melalui jaringan nirkabel (GPRS, 3G dan lain lain). Sayangnya jika kita perhatikan, kualitas layanan 3G masih belum bagus dan juga kuantitasnya masih belum besar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/10/images.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-7442" style="margin: 5px;" title="Kondisi layanan 3G Indonesia" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/10/images.jpeg" alt="" height="150" /></a>Negara kita Indonesia termasuk dalam <a href="http://www.teknojurnal.com/2011/09/26/data-pengguna-internet-di-kawasan-asia-dan-indonesia-di-tahun-2011/" target="_blank">5 besar negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di Asia</a>. Diantara begitu banyaknya pengguna Internet di Indonesia, ada yang mengakses melalui jaringan kabel telepon, dan ada juga yang mengakses melalui jaringan nirkabel (GPRS, 3G dan lain lain). Sayangnya jika kita perhatikan, kualitas layanan 3G masih belum bagus dan juga kuantitasnya masih belum besar. Seringkali dikatakan jika infrastruktur kita belum siap dan belum merata. Kebanyakan operator hanya memfokuskan pengembangan infrastruktur di kota besar saja.</p>
<p>Jika kita cermati, permintaan dan kebutuhan masyarakat kita cukup besar terhadap layanan <em>broadband</em>. Begitu pula dengan pasar aplikasi lokal Indonesia yang sudah mendukung dan menurut saya berkembang lebih maju daripada layanan <em>broadband</em> itu sendiri. Sayangnya faktor tersebut belum bisa menstimulasikan pembangunan infrastruktur layanan 3G secara merata dan komplit.</p>
<p>Sebagai perbandingan, pada tahun ini (2011) di Cina, layanan 3G diprediksi digunakan oleh sekitar 150 juta orang, setelah tiga tahun lalu layanan ini dikomersialisasikan. Pada Oktober 2010, layanan 3G digunakan oleh 38,64 juta orang. Sebuah perkembangan yang cukup besar untuk sebuah layanan 3G. Dan kenyataanya Indonesia memang masih memiliki pekerjaan rumah untuk hal ini.</p>
<p>Peran operator menjadi penting untuk meningkatkan penetrasi layanan 3G, antara lain dengan mengubah <em>base transceiver station</em> (BTS) berteknologi 2G menjadi 3G. Bukan sesuatu yang kecil jika dilihat dari besaran belanja modal yang harus dikeluarkan operator. Biasanya operator akan lebih memilih pusat kota dibandingkan dengan daerah pinggiran kota dalam prioritas &#8220;upgrade&#8221; BTS ini. Tentunya kesemua ini dilakukan untuk bisa mendapatkan keuntungan untuk menutupi belanja modal infrastruktur mereka.</p>
<p>Sebagai contoh, adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) yang notabene merupakan operator terbesar di Indonesia. Saat ini mereka memiliki kurang lebih 40 ribu BTS di seluruh wilayah Indonesia. Tetapi mereka baru hanya bisa mencakup kurang lebih 50 kota di seluruh Indonesia.</p>
<p>Memang agak sulit bagi operator untuk mulai mengembangkan infrastruktur jaringan 3G mereka. Pasar layanan 3G memang terhitung masih rendah, walupun permintaan cukup besar. Pasar layanan <em>broadband</em> masih berada dikisaran 35% terhadap penetrasi seluler di Indonesia. Hal ini masih dikarenakan banyak orang yang ingin menikmati layanan <em>broadband</em> tetapi masih belum terjangkaunya harga perangkatnya, <em>handset smartphone</em> maupun tablet. Biasanya <em>smartphone</em> atupun <em>handphone</em> ekonomis yang beredar di sini, masih sedikit yang mendukung layanan 3G.</p>
<p>Walupun terkendala banyak faktor, nampaknya para operator di Indonesia tetap optimis dengan perkembangan pasar 3G di tahun depan. Oleh karena itu operator seperti Telkomsel menargetkan mempunyai 10.300 BTS 3G dari total 42 ribu unit BTS di tahun ini. Begitu juga dengan XL, di tahun ini mereka merencanakan membangun 1.500 BTS 3G. Dan untuk mengatasi kurangnya jumlah handset 3G yang beredar, operator seperti Telkomsel nampaknya sudah berinisiatif memproduksi dan memasarkan handset 3G sendiri.</p>
<p>Tidak hanya operator saja nampaknya, pemerintah pun juga turut ambil tindakan dengan menjalankan program Desa Pintar dan Desa Berdering pada 3.000 desa/kecamatan. Dan katanya mereka mengharapkan di tahun 2012 nanti, semua desa dan kecamatan sudah memiliki layanan telekomunikasi yang memadai sehingga nantinya internet / layanan 3G bisa menggapai daerah tersebut. Semoga saja&#8230;</p>
<p>Harapan saya, semoga saja di tahun mendatang harga handset 3G akan semakin murah sehingga bisa menjangkau pengguna lebih luas, begitu juga dengan harga tablet semoga bisa semakin terjangkau. Jika kita sudah bisa memperbaiki dan meratakan pembangunan infrastruktur layanan 3G maka bisa saja hal ini bakal memicu pertumbuhan dari pasar aplikasi lokal di Indonesia. Negara lain yang notabene memiliki jumlah pengguna Internet yang tidak lebih banyak dari Indonesia sudah mulai akan bisa menikmati layanan 4G. Semoga kita bisa mengejar mereka&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2011/10/07/kondisi-layanan-3g-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Guest Post] Bagaimana Menghadapi Kasus Penyedotan Pulsa</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2011/10/05/guest-post-bagaimana-menghadapi-kasus-penyedotan-pulsa/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2011/10/05/guest-post-bagaimana-menghadapi-kasus-penyedotan-pulsa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 02:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TeknoJurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[content provider]]></category>
		<category><![CDATA[cp]]></category>
		<category><![CDATA[operator]]></category>
		<category><![CDATA[pulsa]]></category>
		<category><![CDATA[umb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=7393</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat ini sedang maraknya kasus penyedotan pulsa yang dilakukan oleh CP (Content Provider) terhadap pelanggan operator telekomunikasi. "Kenapa sih pulsa kita bisa 'disedot'?" Orang awam pasti akan bertanya seperti ini. Sebenarnya yang terjadi disini adalah tanpa disengaja dan tanpa sepengetahuan anda yang telah menjadi korban penyedotan pulsa ini telah berlangganan (bisa berupa konten teks, gambar ataupun Ring Back Tone).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-7399" title="Stop Stealing" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/10/Stop-Stealing-264x300.jpg" alt="Stop Stealing" width="150" />Pada saat ini sedang maraknya kasus penyedotan pulsa yang dilakukan oleh CP (Content Provider) terhadap pelanggan operator telekomunikasi. &#8220;Kenapa sih pulsa kita bisa &#8216;disedot&#8217;?&#8221; Orang awam pasti akan bertanya seperti ini. Sebenarnya yang terjadi disini adalah tanpa disengaja dan tanpa sepengetahuan anda yang telah menjadi korban penyedotan pulsa ini telah berlangganan (bisa berupa konten teks, gambar ataupun Ring Back Tone).</p>
<p>Hal ini sebenarnya tidak boleh terjadi tanpa sepengetahuan pengguna, karena ketika operator memberikan mekanisme pendaftaran kepada CP, mereka memiliki peraturan dimana setiap melakukan REG (pendaftaran), pengguna handphone harus diberikan pesan konfirmasi bahwa dia telah berlangganan (kita sering mengabaikan pesan ini), dan jika memasang iklan di TV (TVC) maka wajib mencantumkan <em>contact center</em> yang bisa dihubungi dan menuliskan bagaimana cara melakukan UNREG (pemutusan langganan) dari layanannya.</p>
<p>Sekitar 2 tahun yang lalu itu para CP menggunakan metode REG spasi kata kunci untuk melakukan pendaftaran layanan, namun belakangan ini (sekitar 1 tahun yang lalu) mulai marak penggunaan UMB (saya lupa kepanjangannya apa), namun jika menggunakan metode ini, CP bisa melakukan mekanisme pendaftaran (REG) tanpa mengetikkan SMS. Loh kok bisa, gimana caranya? Pasti para pengguna operator manapun sering mendapatkan SMS yang menyatakan bahwa kita dapat hadiah dan bisa diambil dengan menekan *123*3# (ini cuma contoh saja). Nah, sebagai pengguna awam pasti kita akan mencobanya (karena sekilas nomor tersebut seperti nomor yang kita gunakan untuk mengecek sisa pulsa), namun jika kita menekan tombol tersebut maka secara langsung UMB akan mengirimkan perintah untuk melakukan pendaftaran nomor kita ke layanan yang terpilih.</p>
<p>Ada kasus lain yaitu dimana pengguna diberikan Ring Back Tone (RBT) secara gratis selama beberapa hari dan jika masa gratisnya tersebut telah selesai maka pengguna akan dipotong pulsanya sejumlah harga RBT yang berlaku. Kasus ini sangat jarang terdeteksi karena kita baru akan tahu ketika orang lain akan bilang ke kita &#8220;Kamu pasang RBT lagu X ya?&#8221; dan kita akan kaget mendengar pertanyaan tersebut, karena anda bukanlah orang yang suka berlangganan RBT.</p>
<p>Setelah mengetahui beberapa contoh kasus penyedotan pulsa, sekarang muncul pertanyaan &#8220;Gimana tuh caranya UNREG, atau menghentikan RBT-nya agar tidak menyedot pulsa kita?&#8221;. Berikut beberapa langkah agar kita terhindar dari hal hal yang bisa mengakibatkan pulsa kita terpotong:</p>
<ol>
<li>Jangan terpancing dengan hadiah jika kita menekan angka dengan format *XXX*X# dimana X merupakan angka, karena bisa jadi itu merupakan mekanisme REG tersembunyi yang dirancang oleh CP</li>
<li>Jika anda terlanjur melakukan REG dari mekanisme UMB atau mekanisme umum (mengirimkan SMS registrasi), maka coba lihat apakah di inbox anda terdapat pesan yang nomor pengirimnya hanya 3-4 digit saja, jika ada silahkan anda ketikan &#8220;STOP&#8221; (tanpa tanda kutip) kemudian kirim ke nomor pengirim (yang 3-4 digit tadi), seharusnya jika kita mengirimkan keyword STOP ke nomor tersebut kita akan mendapatkan pesan bahwa kita telah berhenti dari langganan layanan tersebut.</li>
<li>Jika di handphone anda terdapat RBT yang anda tidak pernah mengaktifkannya, silahkan menghubungi <em>contact center</em> dari operator yang anda gunakan, seharusnya mereka bisa menghentikannya secara <em>remote</em> (namun biasanya para petugas <em>contact center</em> bilang bahwa kita tidak bisa menghentikan dari pihak mereka, coba diskusi dengan tenang pasti mereka akan mau membantu kita, ingat jangan menggunakan emosi)</li>
</ol>
<p>Saya hanya membagikan beberapa pengalaman saya ketika bekerja di salah satu CP dijakarta, daripada ribut siapa yang salah dan jadi emosi, cobalah beberapa hal di atas tadi. Jika anda masih bingung dan mendapati masalah silahkan bisa konsultasi lewat akun Twitter saya di <a href="http://www.twitter.com/cwicaksono" target="_blank">@cwicaksono</a>.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5" bgcolor="#ececec">
<tbody>
<tr>
<td width="86"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-7397" title="Cahyo Wicaksono" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/10/Cahyo-Wicaksono-150x150.jpg" alt="Cahyo Wicaksono" width="100" height="100" /></td>
<td valign="top">Artikel ini merupakan guest post dari <a href="http://twitter.com/#!/cwicaksono" target="_blank">Cahyo Wicaksono</a>. Ia adalah seorang pengembang aplikasi web dan mobile di <a href="http://the4id.com/" target="_blank">the4id.com</a> dan suka hal-hal yang berkaitan dengan web design</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2011/10/05/guest-post-bagaimana-menghadapi-kasus-penyedotan-pulsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan &amp; Perubahan Pelanggan Selular di Indonesia</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2011/09/19/perkembangan-perubahan-pelanggan-selular-di-indonesia/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2011/09/19/perkembangan-perubahan-pelanggan-selular-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 12:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[operator]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan selular]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[vas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=7198</guid>
		<description><![CDATA[Pastinya anda sering melihat banyaknya penjaja kartu SIM card di Indonesia. Mulai di kereta, stasiun, terminal, hingga pusat perbelanjaan. Hal yang yang sangat wajar jika kita melihat kenyataan yang ternyata telah timbul tanda-tanda kejenuhan dari pelanggan layanan operator jika dilihat dari jumlah waktu berbicara di ponsel dan juga jumlah pelanggan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/09/102979_pengguna-blackberry.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-7199" style="margin: 5px;" title="pelanggan seluler" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/09/102979_pengguna-blackberry-300x224.jpg" alt="" width="250" /></a>Pastinya anda sering melihat banyaknya penjaja kartu SIM card di Indonesia. Mulai di kereta, stasiun, terminal, hingga pusat perbelanjaan. Hal yang yang sangat wajar jika kita melihat kenyataan yang ternyata telah timbul tanda-tanda kejenuhan dari pelanggan layanan operator jika dilihat dari jumlah waktu berbicara di ponsel dan juga jumlah pelanggan.</p>
<p>Sebagai contoh nyata bisa kita lihat dari kasus PT XL Axiata, yang menurut informasi berada di peringkat ketiga untuk urusan jumlah pelanggan di Indonesia.</p>
<p>Menurut Ongki Kurniawan (senior vice president yang bertanggung jawab atas manajemen pelayanan), keuntungan dari PT XL Axiata untuk layanan panggilan suara menurun sejak awal tahun ini (2011).Walaupun tidak didapatkan detil jumlah penurunannya tapi bisa kita simpulkan bahwa mulai adanya kejenuhan untuk menggunakan layanan suara dari pengguna ponsel. Beberapa perusahaan seluler juga berpendapat bahwa era dari mendapatkan pelanggan baru melalui layanan tradisional seperti layanan suara akan sampai di titik jenuh setelah penetrasi pelanggan mencapai 80%.</p>
<p>Titik jenuh ini menyebabkan para operator mulai menjauhi kompetisi untuk mendapatkan pelanggan baru. Mereka lebih fokus bersaing soal bagaimana meningkatkan keuntungan yang di dapat dari tiap pengguna yang mereka miliki. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki pasar pelanggan selular terbesar di dunia. Tetapi walaupun begitu ternyata membanjirnya jumlah ponsel yang masuk (mendekati 200 juta di 2011) mempengaruhi pendapatan per pengguna. Pendapatan per pengguna saat ini berada dibawah $5, turun dari pendapatan per pengguna tahun lalu yang mencapai $7.</p>
<p>Nah kalau begitu kenapa penetrasi handphone saat ini mengurangi keuntungan per pengguna si operator? Handphone yang masuk saat ini kebanyakan merupakan ponsel smartphone, yang notabene memiliki banyak aplikasi yang mengkonsumsi layanan &#8220;data&#8221; daripada layanan suara. Pembayaran untuk pembelian aplikasi pun biasanya menggunakan kartu kredit. Sedangkan layanan suara dan text (SMS) merupakan penghasilan terbesar dibandingkan dengan data.</p>
<p>Oleh karena itu untuk bisa terus berkompetisi dan meningkatkan keuntungan, operator telekomunikasi saat ini mulai fokus kepengembangan <em>value added service</em> (VAS). Biasanya VAS yang ditawarkan dibarengi juga dengan promo layanan data. Karena menurut beberapa analis, masyarakat Indonesia mulai menyukai layanan data dan promo-promo yang ditawarkan. Perusahaan telekomunikasi seperti XL pun mulai memperluas investasi mereka di bidang layanan data seperti 3G dan lain lainnya.</p>
<p>VAS sendiri bukan hal yang baru, tetapi boleh dibilang VAS saat ini sedang digiatkan dan menjadi salah satu mesin uang baru bagi para operator. Operator tidak lagi perang harga, perbedaan harga tidaklah menjadi sesuatu yang di nomor wahidkan. Tetapi layanan &#8220;baru&#8221; seperti aplikasi, games, dan layanan SMS premium yang unik, adalah hal yang menjadi rebutan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2011/09/19/perkembangan-perubahan-pelanggan-selular-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nexian dan Telkomsel, Ada Apa dengan Duo Vendor Handphone/Operator Ini?</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2010/07/28/nexian-dan-telkomsel-ada-apa-dengan-duo-vendor-handphoneoperator-ini/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2010/07/28/nexian-dan-telkomsel-ada-apa-dengan-duo-vendor-handphoneoperator-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 06:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman Nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[TeknoNews]]></category>
		<category><![CDATA[nexian]]></category>
		<category><![CDATA[operator]]></category>
		<category><![CDATA[startup lokal]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>
		<category><![CDATA[vendor handphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=2115</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali para pembaca yang aktif di Twitter atau membaca blog-blog tentang perkembangan startup di Indonesia sadar bahwa ada 2 perusahaan yang saat ini sedang gemar sekali berkutat dengan konten lokal. Yak.... Nexian dan Telkomsel, yang satu adalah vendor handphone lokal dan yang satu lagi adalah operator seluler lokal. Dan kebetulan juga 2 perusahaan ini sering melakukan kerja sama, bisa dilihat dengan iklan-iklan yang bertebaran tentang kedua perusahaan tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/07/nexian_telkomsel.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2129" title="nexian_telkomsel" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/07/nexian_telkomsel.jpg" alt="nexian_telkomsel" width="150" height="150" /></a>Barangkali para pembaca yang aktif di Twitter atau membaca blog-blog tentang perkembangan startup di Indonesia sadar bahwa ada 2 perusahaan yang saat ini sedang gemar sekali berkutat dengan konten lokal. Yak&#8230;. Nexian dan Telkomsel, yang satu adalah vendor handphone lokal dan yang satu lagi adalah operator seluler lokal. Dan kebetulan juga 2 perusahaan ini sering melakukan kerja sama, bisa dilihat dengan iklan-iklan yang bertebaran tentang kedua perusahaan tersebut.</p>
<p>Dari artikel di DailySocial, ada rumor yang berkembang tentang <a href="http://dailysocial.net/2010/07/23/koprol-kerjasama-dengan-nexian/" target="_blank">kerja sama Koprol dengan Nexian</a> dan <a href="http://dailysocial.net/2010/07/24/rumor-baru-koprol-kerjasama-dengan-telkomsel/" target="_blank">Telkomsel</a>. Selain itu juga Sanny Gaddafi dari <a href="http://www.fupei.com/" target="_blank">Fupei</a> yang juga salah satu inisiator <a href="http://www.facebook.com/StartupLokal" target="_blank">komunitas #startupLokal</a> baru-baru ini bergabung dengan keluarga besar Nexian. Dan pak Izak Jenie (salah satu bos besar Nexian) sewaktu di <a href="http://www.teknojurnal.com/2010/07/11/rekap-startuplokal-meetup-v-3-its-all-about-mobile/" target="_blank">#startupLokal meetup ke 3</a> yang diadakan awal Juli lalu juga menyatakan mendukung para startup-ers. Telkomsel juga telah mengeluarkan produk terbaru mereka yaitu <a href="http://appzone.telkomsel.com/" target="_blank">Telkomsel AppZone</a> yang konsepnya mirip dengan application market di iPhone dan Android.</p>
<p>See the pattern?  :)  Jika perkiraan saya benar, dalam waktu dekat Nexian dan Telkomsel akan semakin &#8220;intim&#8221; dengan para developer lokal untuk memasukkan aplikasi mereka ke dalam jajaran produk keluaran mereka. Hal ini dikarenakan konten adalah salah satu faktor yang menjadikan sebuah vendor handphone / operator seluler lebih unik dibandingkan dengan produk-produk pesaingnya. Contohnya, handphone-handphone Nexian yang modelnya adalah feature phone sebetulnya tidak beda jauh dengan handphone-handphone brand lokal lainnya dari segi hardware, tapi yang membedakan adalah konten yang ada di dalamnya.</p>
<p>Mungkin secara sederhana model bisnis yang bisa digunakan untuk para developer dalam bekerja sama dengan vendor handphone dan operator adalah sebagai berikut: developer mengembangkan aplikasi mobile yang menggunakan sms charging sebagai biaya penggunaan aplikasinya =&gt; vendor handphone meng-embed aplikasi tersebut ke dalam handphone mereka =&gt; operator seluler akan mengatur proses sms charging. Sms charging saya jadikan contoh model juga karena sms charging adalah model transaksi yang sangat cocok untuk mengimplementasikan micropayment di Indonesia, dan ini adalah model transaksi mobile yang paling hot di Indonesia yang saya tahu.</p>
<p>Nexian dengan basis pengguna handphone dari kalangan low-end nya yang besar dan kuat ditambah dengan Telkomsel yang merupakan operator terbesar di Indonesia menawarkan berbagai macam keuntungan bagi developer lokal jika mereka bisa saling bekerja sama. Jadi, coba-coba saja kirim proposal ke mereka  :D</p>
<p><em>* Side note: kalau ada yang minat untuk kerja sama dengan Nexian, saya bisa kasih contact person yang bisa dihubungi</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2010/07/28/nexian-dan-telkomsel-ada-apa-dengan-duo-vendor-handphoneoperator-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

