<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TeknoJurnal &#187; social media</title>
	<atom:link href="http://www.teknojurnal.com/tag/social-media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.teknojurnal.com</link>
	<description>Your IT Development Guide</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 12:00:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Google+, Saingan Baru Facebook</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2011/06/29/google-saingan-baru-facebook/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2011/06/29/google-saingan-baru-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 05:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TeknoJurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoNews]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=6440</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini Google baru saja mengumumkan sebuah social media baru yang dipersiapkan untuk meredam dominasi Facebook. "Google+" merupakan produk terbaru Google yang akan segera dirilis dalam waktu dekat. Google+ secara umum mirip seperti Facebook, di mana pengguna dapat berinteraksi dengan teman-temannya dan saling berbagi konten melalui "news feed". Namun Google+ memiliki beberapa feature unggulan yang tidak dimiliki Facebook, diantaranya adalah Circles, Hangouts dan Sparks.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-6441" title="Google+" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/06/Google+.jpg" alt="Google+" width="200" />Hari ini Google baru saja mengumumkan sebuah <em>social media</em> baru yang dipersiapkan untuk meredam dominasi Facebook. &#8220;<a href="http://www.google.com/+" target="_blank">Google+</a>&#8221; merupakan produk terbaru Google yang akan segera dirilis dalam waktu dekat. Google+ secara umum mirip seperti Facebook, di mana pengguna dapat berinteraksi dengan teman-temannya dan saling berbagi konten melalui &#8220;<em>news feed</em>&#8220;. Namun Google+ memiliki beberapa <em>feature</em> unggulan yang tidak dimiliki Facebook, diantaranya adalah <em>Circles</em>,<em> Hangouts </em>dan<em> Sparks</em>.</p>
<p><strong><em>Circles</em></strong> merupakan feature yang bertujuan untuk mengelompokkan teman-teman kita dalam suatu group, di mana nantinya akan memudahkan kita dalam berbagi konten yang lebih relevan kepada kelompok pertemanan tertentu. Facebook juga sebenarnya menyediakan<em> feature</em> yang menyerupai <em>circles</em>, namun bukan merupakan <em>feature</em> unggulan sehingga secara <em>default </em>membuat Facebook semakin dipenuhi dengan begitu banyak conversation dari jaringan kita, yang seringkali terasa ramai dan tidak lagi relevan.</p>
<p><strong><em>Hangouts </em></strong>jelas merupakan <em>feature</em> yang tidak dimiliki Facebook. Fungsi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan<em>chat</em> dan <em>video call</em> secara live langsung pada platform Google+. Interaksi tidak hanya dengan satu lawan bicara, namun juga hingga beberapa teman sekaligus. Seandainya Facebook mencapai kesepakatan dalam <a href="http://online.wsj.com/article/SB10001424052748703730804576313932659388852.html" target="_blank">mengakuisisi Skype</a>, mungkin Facebook juga akan melakukan integrasi antara layanan <em>social media-</em>nya dengan layanan <em>video call</em>.</p>
<p>Feature unggulan lainnya adalah <strong><em>Sparks</em></strong>. Feature ini memungkinkan pengguna untuk memilah informasi berdasarkan ketertarikan atas suatu konten/ topik. Apabila pengguna telah menambahkan kategori konten yang difavoritkan (spark), maka secara otomatis pengguna akan mem-<em>follow </em>topik tersebut. Pengguna juga dapat saling berbagi atas konten yang ada kepada individu maupun <em>circles </em>yang dimiliki.</p>
<p>Menurut pendapat saya pribadi, Google+ memiliki feature unggulan yang berpotensi besar dalam menggerus pangsa pasar Facebook pada jangka panjang. Produk ini terlihat jauh lebih siap dibandingkan pendahulunya yakni Google Wave dan Google Buzz yang keduanya kurang berhasil di pasaran. Namun satu hal yang merangsang rasa penasaran saya adalah, bagaimana seorang marketer dapat menggunakan platform ini untuk berbisnis? Silahkan kemukakan pendapat anda pada kolom <em>comment </em>di bawah artikel ini.</p>
<p><strong>First look</strong>:</p>
<p><img class="aligncenter" title="Google+ Stream" src="http://8.mshcdn.com/wp-content/gallery/introducing-google/gplus_stream.png" alt="Google+ Stream" width="530" height="307.5" /></p>
<p><img class="aligncenter" title="Google+ Circles" src="http://4.mshcdn.com/wp-content/gallery/introducing-google/gplus_circles.png" alt="Google+ Circles" width="629" height="306.5" /></p>
<p><img class="aligncenter" title="Google+ Sparks" src="http://9.mshcdn.com/wp-content/gallery/introducing-google/gplus_sparks.png" alt="Google+ Sparks" width="425" height="303.5" /></p>
<p><strong>Video</strong>:</p>
<p><object width="560" height="349"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/xwnJ5Bl4kLI?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="349" src="http://www.youtube.com/v/xwnJ5Bl4kLI?version=3&amp;hl=en_US" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object></p>
<p><em>Artikel ini adalah guest post dari Ridho Irawan (<a href="http://twitter.com/#!/ridirawan" target="_blank">@ridirawan</a>) yang sebelumnya sudah dipublish di <a href="http://exodigitalagency.com/blog/google-is-the-new-facebook-killer/" target="_blank">link ini</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2011/06/29/google-saingan-baru-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[InfoGraphic] : Efek Social Media di Kalangan Pelajar (Anak Muda)</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2011/04/29/infographic-efek-social-media-di-kalangan-pelajar-anak-muda/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2011/04/29/infographic-efek-social-media-di-kalangan-pelajar-anak-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 06:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[Infographic]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=5888</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kita ketahui Facebook dimulai dengan tujuan mengkoneksikan para pelajar. Walaupun ditujukan untuk kalangan pelajar, tapi apakah Facebook bisa membantu proses edukasi secara nyata? Karena di negara kita Indonesia sering kita dengar banyak pelajar yang kecanduan situs seperti FaceBook maupun Twitter dan akhirnya malah melupakan kegiatan utama mereka yaitu menuntut ilmu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/04/01468i30033200.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-5891" style="margin: 5px;" title="socialmedia" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/04/01468i30033200.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Seperti kita ketahui Facebook dimulai dengan tujuan mengkoneksikan para pelajar. Walaupun ditujukan untuk kalangan pelajar, tapi apakah Facebook bisa membantu proses edukasi secara nyata?  Karena di negara kita Indonesia sering kita dengar banyak pelajar yang kecanduan situs seperti FaceBook maupun Twitter dan akhirnya malah melupakan kegiatan utama mereka yaitu menuntut ilmu.</p>
<p>Infographic berikut ini membahas efek positif dan negatif dari perkembangan teknologi social media bagi para mahasiswa dan juga anak sekolahan. Karena tidak bisa dipungkiri target dari website social media seperti FaceBook adalah kalangan muda yang notabene masuk kalangan pelajar. Disini anda juga dapat melihat seberapa jauh social media dan Internet dapat mengganggu para pelajar, dan bagaimana efek mentalitas yang ditimbulkan jika para pelajar ini mengurangi atau kecanduan social media dan Internet?</p>
<p>Secara keseluruhan infographic berikut tidak secara gamblang menjawab apakah Internet, social media dan situs-situs jejaring sosial lebih banyak memberikan dampak negatif atau positif. Karena menurut saya pribadi semua itu tergantung dari penggunanya dalam memanfaatkan apa yang disuguhkan oleh teknologi. Tidak hanya dari sisi pengguna saja, lingkungan pun menjadi faktor penting dalam mendorong prilaku pengguna dan tentunya efek yang didapatkan. Tidak bisa dipungkiri juga situs seperti Facebook dan Twitter memiliki nilai positif yang luar biasa dalam penyebaran informasi yang bermanfaat.</p>
<p>Dari infographic ini saya rasa kita bisa menggambil cara menggunakan social media secara lebih baik lagi khusunya bagi pelajar. Dan agar kita bisa tahu dan mengajarkan kepada adik-adik atau teman kita bagaimana mengontrol aktivitasnya di social media sehingga dapat mendukung kegiatan belajar mereka dan bukan malah menghancurkan masa depan mereka.</p>
<p>Kebetulan kemarin saya membaca tweet dari <a href="http://twitter.com/leonisecret" target="_blank">@leonisecret</a> berikut isi tweetnya :</p>
<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/04/leonisecret.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5890" title="leonisecret" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/04/leonisecret-300x92.png" alt="" width="300" height="92" /></a></p>
<p>Kesimpulannya kita harus memiliki konsep di kepala kita, bagaimana teknologi, social media, Internet dan lain sebagainya bisa membuat kita menjadi manusia yang lebih baik. Bagaimana cara mengatur waktu kita dengan adanya fenomena seperti ini.  Dan bagaimana kita bisa tetap produktif dan bahkan makin produktif dengan kondisi sekarang ini.</p>
<p>So.. bagaimana pendapat anda ?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/04/social-media.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5889" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/04/social-media.jpg" alt="" width="550" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2011/04/29/infographic-efek-social-media-di-kalangan-pelajar-anak-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foursquare is a killer, yet!</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2010/07/26/foursquare-is-a-killer-yet/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2010/07/26/foursquare-is-a-killer-yet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 05:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gelar Pradipta Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[foursquare]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=2096</guid>
		<description><![CDATA[“Berapa banyak badge anda di Foursquare?” Pertanyaan ini pasti banyak didengar para onliners dan socmed junkies belakangan ini. Yap, Foursquare jadi primadona baru di dunia social networking Indonesia. Umurnya terbilang masih muda, belum menginjak 2 tahun, tapi sudah mulai ngehip di mana-mana, terutama di Indonesia. Di Indonesia sendiri bisa dibilang foursquare jadi one of top 5 social networking here. Even on twitter they all talk about badges!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2098" title="foursquare" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/07/foursquare-150x150.jpg" alt="foursquare" width="150" height="150" />“Berapa banyak badge anda di Foursquare?” Pertanyaan ini pasti banyak didengar para onliners dan socmed junkies belakangan ini. Yap, Foursquare jadi primadona baru di dunia social networking Indonesia. Umurnya terbilang masih muda, belum menginjak 2 tahun, tapi sudah mulai ngehip di mana-mana, terutama di Indonesia. Di Indonesia sendiri bisa dibilang foursquare jadi one of top 5 social networking here. Even on twitter they all talk about badges!</p>
<p>Apasih kunci utama sukses (kalau bisa dibilang sukses) nya Foursquare di Indonesia? Saya sendiri berpendapat ada dua faktor utama yang membuat Foursquare menjadi rising star di Indonesia. Pertama, pasti badges. Yes, Foursquare is all about badges. Untuk yang belum tau apa itu badges, kira-kira begini Foursquare mendeskripsikan badges: ‘Badges are little rewards you earn based on your check in habits’. Lalu kenapa saya bilang badges adalah satu kunci utama keberhasilan Foursquare di Indonesia? Mari lihat ke beberapa tahun ke belakang. There was a Plurk, right? Plurk yang masuk Indonesia lebih dulu daripada Twitter juga sempat digandrungi onliners Indonesia. Alasan utamanya, tentu Karma. Karma yang 11-12 dengan badges ini menjadi alasan utama Plurkers nge-Plurk. Now, see what am I trying to say?</p>
<p>Yap, masyarakat online Indonesia senang dihargai, dan di-eksis-kan. Semakin tinggi karma anda, berarti semakin tinggi derajat anda di Plurk :p. Begitu juga di Foursquare. Semakin banyak badges anda, selain dapat menikmati banyak promo, juga ke-eksis-an anda diakui jagat foursquare. Masyarakat online Indonesia senang usahanya dihargai, walaupun dengan hal ‘kecil’ seperti badge dan karma.</p>
<p>Tapi, entah kenapa saya berpendapat trend badges ini ga bakal tahan lama. Lihat saja Plurk, yang (bisa dibilang) dihabisi Twitter di Indonesia. Kenapa? Dalam kasus plurk, setelah user mencapai karma 100, lalu mereka bingung mau ngapain lagi. Sama seperti badges, walaupun Foursquare bilang mereka akan terus menambah badges-badges baru, tapi saya nggak yakin user nggak bosen terus-terusan mengejar-ngejar badges.</p>
<p>Yang kedua, mobile application. Untuk seorang “anak baru”, mobile application Foursquare tergolong lengkap. Bandingkan dengan Twitter yang baru tahun ini meluncurkan aplikasi resmi nya untuk Blackberry. Foursquare memang pintar membaca pasar, dengan fitur-fitur yang mereka miliki, konsep dasar Foursquare yang digunakan para onliners mobile,  sebuah aplikasi yg mendukung berbagai platform memang sebuah keharusan. Sekarang, Foursquare sudah memiliki aplikasi resmi (bukan third party) untuk iPhone, Android, dan Blackberry. Satu hal yang belum dimiliki kompetitor nya yang notabene asal Indonesia, Koprol.</p>
<h3><span style="color: #ff6600;">The Future of Foursquare</span></h3>
<p>Yap, Foursquare memang sangat bergema di Indonesia akhir-akhir ini, walaupun memang belum mengalahkan Twitter. Tapi dengan fiturnya yang masih limited, saya kira Foursquare tidak akan bertahan lama di Indonesia. Kasarnya, kita tinggal menunggu jenuhnya para onliners check in sana check in sini demi sebuah badge. Sama seperti Plurk, yang semakin tenggelam akhir-akhir ini. Foursquare butuh lebih dari sekedar badges, mereka butuh sebuah fitur yang bisa membuat user addicted tiada henti. And they need it soon, atau the killer, will be killed.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2010/07/26/foursquare-is-a-killer-yet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Video Ariel Peterpan Dengan Online Reputation Management</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2010/06/21/antara-video-ariel-peterpan-dengan-online-reputation-management/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2010/06/21/antara-video-ariel-peterpan-dengan-online-reputation-management/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 04:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arham Haryadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[ariel peterpan]]></category>
		<category><![CDATA[online reputation management]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=1630</guid>
		<description><![CDATA[Kasus chandra bibit kita melihat sisi positif, maka kasus video mesum Ariel peterpan kita menyaksikan menakutkannya efek viral dari social media. Menurut Anda?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seberapa kejamnya kah Social Media?</p>
<p>Jika dalam kasus bibit-chandra kita melihat sisi positif, maka dalam kasus video mesum Ariel Peterpan kita menyaksikan betapa menakutkannya efek viral dari social media. Saat ini kasus video Ariel Peterpan yang katanya mirip masih tetap hangat meskipun tak lagi cukup sering dibicarakan di media media vertikal. Namun beda ranah beda juga approach, dan behavior dari penikmatnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://img443.imageshack.us/img443/2226/grafikariel.jpg" alt="" /></p>
<h3><span style="color: #ff6600;">Media Vertikal vs Horizontal</span></h3>
<p>Jika di media vertikal: cukup diamankan beritanya secara berangsur berita akan mereda. Kalau di media online: semakin didiamkan semakin mem-viral-lah berita video Ariel Peterpan, minimal membentuk tribe dengan kesamaan minat yang tadinya tiada menjadi ada. Misalnya seperti pembuatan <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4341147" target="_blank">T-Shirt Cut Tari</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i46.tinypic.com/9hmb68.jpg" alt="kaos cut tari" /></p>
<p>Masalah tidak berhenti disitu. Berita di Internet punya persebaran dan daya jangkau yang lebih tahan dimakan waktu berbanding drastis dengan koran, radio, dan televisi. Apa yang ditampilkan pada mesin pencatat amal baik dan buruk, untuk bulan lalu, minggu lalu, dua hari lalu, kemarin bahkan beberapa jam yang lalu masih <span style="text-decoration: line-through;">tersimpan</span> siap tersaji rapih tanpa adanya filter-filter normatif. Sedikit tambahan penting, penyajian SERP atau search engine result page bisa saja berubah dalam tempo cepat namun juga sanggup bertahan dalam tempo lebih dari dua hingga lima tahun. <strong>Ini berarti adanya &#8216;penyiapan hadiah&#8217;, &#8216;pemupukan&#8217; berita pada anak anak kita pada nantinya</strong>.</p>
<h3><span style="color: #ff6600;">Bisakah Kita Mencegahnya?</span></h3>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://img824.imageshack.us/img824/34/topgrowth.jpg" alt="Peningkatan pencarian Ariel peterporn" /></p>
<p>Kalau sudah begitu bagaimana cara mencegahnya?</p>
<p>Jawaban saya, &#8220;Jika sudah masuk ranah online, maka tak bisa dihentikan namun kita bisa me-manage berita negatif dengan kata lain mengurangi dampaknya&#8221; Yang dalam strategi Internet Marketing langkah ini disebut Online Reputation Management.</p>
<h3><span style="color: #ff6600;">Bagaimana Dengan Strategi Online Reputation Management</span></h3>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://img412.imageshack.us/img412/4371/topsearch.jpg" alt="Top pencarian Ariel" /></p>
<p>Nah, untuk mengurangi dampak dampak negatif itu, sementara begini strategi saya:</p>
<ol>
<li><strong>SEO &#8211; </strong>Kenapa saya menempatkan SEO dalam urutan pertama karena &#8216;memperbaiki&#8217; sajian halaman pertama, kedua, dan ketiga Google.co.id dan Google.com dalam tempo yang lama secara konsisten amat sangat penting demi menenggelamkan sajian berita negatif.</li>
<li><strong>SEM -</strong> search engine marketing yang juga dikenal dengan aktivitas belanja banner atau text ads di google ini biasa berlaku untuk campaign jangka pendek. Namun untuk preventif jangak pendeknya, SEM amat diperlukan demi pengurangi tingkat user yang mencari informasi negatif video ariel peterpan.</li>
<li><strong>Social Media Campaign</strong> &#8211; Gempar di twitter dengan keyword <a href="http://search.twitter.com/search?q=Ariel+Peterporn">Ariel Peterporn</a> tidak lagi trending topic meskipun memang masih ada. Namun menurut saya pencegahan pertama dapat dilakukan dengan membatasi konten konten negatif pada setiap forum yang menyajikan sajian kata kunci &#8220;aura kasih ariel&#8221;, &#8220;video ariel peterporn&#8221;, &#8220;peterporn video&#8221;, dan &#8220;ariel peterporn download&#8221;.</li>
</ol>
<p>Nah, bagaimana dengan Anda? Apa Anda memiliki pemikiran lain&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2010/06/21/antara-video-ariel-peterpan-dengan-online-reputation-management/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

