<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TeknoJurnal &#187; telkomsel</title>
	<atom:link href="http://www.teknojurnal.com/tag/telkomsel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.teknojurnal.com</link>
	<description>Your IT Development Guide</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 12:00:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Perkembangan Ring Back Tone di Indonesia (VAS Sejuta Umat)</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2011/10/25/perkembangan-ring-back-tone-di-indonesia-vas-sejuta-umat/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2011/10/25/perkembangan-ring-back-tone-di-indonesia-vas-sejuta-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 09:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoNews]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[NSP]]></category>
		<category><![CDATA[operator]]></category>
		<category><![CDATA[RBT]]></category>
		<category><![CDATA[Ricng Back Tone]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>
		<category><![CDATA[vas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=7612</guid>
		<description><![CDATA[Nada Sambung Pribadi (NSP) atau biasa dikenal juga dengan istilah Ring Back Tone (RBT) merupakan layanan VAS (Value Added Service) yang cukup digemari masyarakat Indonesia. Layanan ini mulai naik daun di kisaran tahun 2007. Dan, uniknya layanan RBT ini harus dibayar oleh pelanggan telepon selular tanpa bisa didengarkan sendiri dan malah pihak pemanggil yang justru menikmati suara dari nada sambung tersebut. Selain digemari ternyata RBT meberikan keuntungan tersendiri bagi dunia telekomunikasi maupun industri musik di Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/10/ringback-tones.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-7613" style="margin: 5px;" title="ring back tones" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/10/ringback-tones-300x150.png" alt="" width="200" /></a>Nada Sambung Pribadi (NSP) atau biasa dikenal juga dengan istilah Ring Back Tone (RBT) merupakan layanan VAS (Value Added Service) yang cukup digemari masyarakat Indonesia. Layanan ini mulai naik daun di kisaran tahun 2007. Dan, uniknya layanan RBT ini harus dibayar oleh pelanggan telepon selular tanpa bisa didengarkan sendiri dan malah pihak pemanggil yang justru menikmati suara dari nada sambung tersebut. Selain digemari ternyata RBT meberikan keuntungan tersendiri bagi dunia telekomunikasi maupun industri musik di Indonesia.</p>
<p>Hingga saat ini jumlah rata-rata pengakses layanan RBT dalam satu bulan mencapai 7.000 nomor pelanggan. Jumlah ini diperkirakan akan terus naik karena didukung oleh makin dinamis dan bervariasinya musik di Indonesia, mulai dari musik dalam negeri hingga musik mancanegara.</p>
<p>Telkomsel sebagai salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia tercatat sudah memiliki kira-kira 6,25 juta pengguna RBT hingga saat ini. Jumlah ini naik 25% dari jumlah tahun lalu. Sebuah peningkatan yang cukup besar dan boleh dibilang memiliki kontribusi tersendiri untuk pendapatan konten Telkomsel. RBT sendiri berhasil menyumbang 20% dari total pendapatan konten mereka.</p>
<p>Jika saya bilang layanan RBT ini banyak memberikan profit untuk dunia telekomunikasi dan industri musik, hal itu memang benar adanya. Bisa kita mulai lihat dari penerapan sistem bagi hasil 45%:55% dengan porsi terbesar untuk penyedia konten (walaupun pembagian ini memang masih dirasa kurang untuk beberapa pihak). Hingga saat ini sudah ada kurang lebih 80-an label musik baik dari major label ataupun indie label yang ikut berpartisipasi dalam layanan RBT ini.</p>
<p>Sebuah bisnis digital yang mengandalkan konten yang dinamis dan variatif serta dapat masuk ke semua level masayarakat menjadikan bisnis RBT ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat terus eksis dan menggali keuntungan tentunya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2011/10/25/perkembangan-ring-back-tone-di-indonesia-vas-sejuta-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eksistensi Operator Telekomunikasi Indonesia di Mobile Wallet</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2011/10/03/eksistensi-operator-telekomunikasi-indonesia-di-mobile-wallet-2/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2011/10/03/eksistensi-operator-telekomunikasi-indonesia-di-mobile-wallet-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 05:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoNews]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[e-money]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile commerce]]></category>
		<category><![CDATA[mobile payment]]></category>
		<category><![CDATA[mobile wallet]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=7334</guid>
		<description><![CDATA[Layanan transaksi electronic money (e-money) lewat ponsel (mobile wallet), merupakan sebuah perkembangan di bidang mobile commerce. Layanan ini mulai tumbuh pesat dengan adanya dukungan dari operator telekomunikasi. Sudah ada setidaknya tiga nama besar operator telekomunikasi yang mengeluarkan produk semacam ini dan siap bersaing, baik di wilayah lokal maupun bersaing dengan pemain global yang akan datang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-7337" title="Mobile Wallet" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/10/images.jpg" alt="Mobile Wallet" width="188" height="141" />Layanan transaksi <em>electronic money</em> (e-money) lewat ponsel (mobile wallet), merupakan sebuah perkembangan di bidang <em>mobile commerce</em>. Layanan ini mulai tumbuh pesat dengan adanya dukungan dari operator telekomunikasi. Sudah ada setidaknya tiga nama besar operator telekomunikasi yang mengeluarkan produk semacam ini dan siap bersaing, baik di wilayah lokal maupun bersaing dengan pemain global yang akan datang.</p>
<p>Konsep layanan<em> mobile wallet</em> yang disediakan operator sendiri baru mendapatkan lisensi penyelenggaraan <em>e-money</em> dari Bank Indonesia di kisaran tahun 2007-2009. Mungkin anda sudah pernah mendengar mengenai T-Cash. T-Cash adalah produk mobile wallet pertama yang dikeluarkan oleh PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Di bulan Juni 2011 pengguna T-Cash sudah tercatat di kisaran 5,5 juta pengguna.</p>
<p>Dan, di tahun ini Telkomsel melakukan inovasi terhadap layanan <em>mobile wallet</em> mereka dari yang bernama T-Cash menjadi Tap-Izy. Di awal peluncurannya ini, Tap-Izy ditargetkan untuk mendapatkan 40 ribu pengguna di akhir tahun dan 400 ribu pengguna di tengah tahun 2012.</p>
<p>Tap-Izy sendiri merupakan layanan pembayaran produk dan jasa dengan <em>e-money</em> milik Telkomsel. Layanan ini digunakan dengan cara mendekatkan handphone yang telah terisi pulsa ke mesin Tap-Izy. Pengguna yang sudah memiliki saldo di <em>mobile wallet</em> ini langsung dapat melakukan pembayaran di berbagai <em>merchant</em>. Agak sedikit berbeda dari konsep<em> mobile wallet</em> berbasis NFC, Tap-Izy sendiri menggunakan teknologi RFID yang memungkinkan si kartu SIM mengirimkan informasi ke alat penerima dan sebaliknya.</p>
<p>Selain Telkomsel, pasar mobile wallet Indonesia juga diramaikan oleh XL dan Indosat. XL hadir dengan XL Tunai dan Indosat hadir dengan dompetku.</p>
<div id="attachment_7336" class="wp-caption aligncenter" style="width: 423px"><img class="size-full wp-image-7336" title="Daftar Mobile Wallet dari Operator Telekomunikasi di Indonesia" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2011/10/Screen-Shot-2011-10-03-at-1.05.37-AM.png" alt="Daftar Mobile Wallet dari Operator Telekomunikasi di Indonesia" width="413" height="365" /><p class="wp-caption-text">Daftar Mobile Wallet dari Operator Telekomunikasi di Indonesia</p></div>
<p>Dengan bermunculannya pemain besar di area <em>mobile payment</em> (termasuk <em>mobile wallet</em>), diperkirakan pada akhir tahun ini transaksi bisa mencapai 1,2 triliun rupiah. Dan di tahun 2014, data riset dari Juniper Research memperkirakan pengguna <em>mobile wallet</em> akan mencapai 2,5 miliar di seluruh dunia. Selain memberikan kemudahan transaksi bagi para penggunanya, <em>mobile wallet</em> diharapkan mampu mendongkrak keuntungan per pengguna dari para operator yang tergolong rendah belakangan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2011/10/03/eksistensi-operator-telekomunikasi-indonesia-di-mobile-wallet-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIM Card Unik Untuk si iPad dari Telkomsel-Simpati</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2010/11/13/sim-card-unik-untuk-si-ipad-dari-telkomsel-simpati/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2010/11/13/sim-card-unik-untuk-si-ipad-dari-telkomsel-simpati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 16:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[ipad]]></category>
		<category><![CDATA[Micro Sim Card]]></category>
		<category><![CDATA[Simpati]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=3975</guid>
		<description><![CDATA[Si iPad, produk tablet Apple yang saat ini sedang nge-trend dimana mana baik dari kalangan muda, tua, anak anak, hingga corporate user sudah mengeluarkan iPad 3G nya. Hmmmm tidak terlalu mengejutkan sih... karena penggunaan iPad akan sangat erat sekali dengan koneksi Internet, apalagi di Indonesia belum terdapat jaringan Internet nirkabel yang paling tidak mencakup satu kota (contohnya: Jakarta). Indonesia masih bergantung dengan paket layanan data dari para operator telco (GPRS/3G) + beberapa spot hotspot di kawasan perbelanjaan /cafe. So... sepertinya masyarakat kita juga akan lebih tertarik dengan iPad 3G yang sudah bisa melakukan akses paket data dari operator telco, dibandingkan dengan iPad yang hanya memiliki akses WiFi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3990" title="Micro-SIM-Card" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/11/Micro-SIM-Card-150x150.jpg" alt="Micro-SIM-Card" width="150" height="150" />Si iPad, produk tablet Apple yang saat ini sedang nge-trend dimana mana baik dari kalangan muda, tua, anak anak, hingga corporate user sudah mengeluarkan iPad 3G nya. Hmmmm tidak terlalu mengejutkan sih&#8230; karena penggunaan iPad akan sangat erat sekali dengan koneksi Internet, apalagi di Indonesia belum terdapat jaringan Internet nirkabel yang paling tidak mencakup satu kota (contohnya: Jakarta). Indonesia masih bergantung dengan paket layanan data dari para operator telco (GPRS/3G) + beberapa spot hotspot di kawasan perbelanjaan /cafe. So&#8230; sepertinya masyarakat kita juga akan lebih tertarik dengan iPad 3G yang sudah bisa melakukan akses paket data dari operator telco, dibandingkan dengan iPad yang hanya memiliki akses WiFi.</p>
<p>Nah si iPad sendiri di Indonesia memang digadang-gadangkan untuk pasar menegah ke atas, yang hobi banget berinternet ria, bersocial networking, juga untuk tools orang-orang kantoran (yang terakhir ini mungkin jarang sekali ya, banyak godaannya ahahaha&#8230; ) . Si iPad ini masuk ke ranah pasar yang lebih mengedepankan lifestyle, estetik dan tentunya gengsi. Pastinya didukung pula dengan teknologi yang memang mumpuni dari si iPad-nya sendiri serta kaya-nya aplikasi-aplikasi tambahan seperti games, office apps, news app dan lain-lain.</p>
<p>Nah tentunya untuk mendapatkan akses 3G kita harus  pakai yang namanya SIM card sebagai akses ke provider data kita. Tapi&#8230;. si iPad 3G ini memakai SIM card yang berbeda, ukurannya lebih kecil dari biasanya. Yap, si iPad 3G ini menggunakan micro SIM card yang juga dikenal dengan sebutan 3FF SIM, ukurannya 15x25mm lebih kecil dari SIM card biasa yang berukuran 15x25mm. Jenis SIM card ini di develop oleh ETSI (European Telecommunications Standards Institute)</p>
<p>Keunggulan yang di tawarkan adalah space memori penyimpanan yang lebih besar, dan juga yang terpenting adalah konsep keamanan yang berbeda dari SIM card biasa. So.. mungkin masalah security ini yang mendorong iPad menggunakan Micro SIM Card. Dan satu lagi fitur dari Micro SIM card memiliki memory penyimpanan aplikasi yang lebih besar, so provider Telco bisa menambahkan preloaded application yang lebih besar lagi. Dibandingkan harus melakukan software lock, cara berikut lebih menyenangkan menurut saya pribadi. (Bisa kita ingat iPhone yang di lock secara software, so kita harus pasang unlockernya dulu sebelum bisa pakai provider telco di Indonesia..)</p>
<p><a href="http://www.telkomsel.com/ipad"><img class="aligncenter size-full wp-image-3983" title="Simpati Micro SIM iPad" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/11/simpati_micro_sim_ipad_small.jpg" alt="Simpati Micro SIM iPad" width="650" height="186" /></a></p>
<p>Nah teknologi micro SIM card ini juga sudah mulai diimplementasikan para vendor telco di Indonesia yang tentunya diikuti dengan tarif yang bersaing alias murah. Salah satu yang mengeluarkan SIM card mungil ini adalah si merah &#8220;Telkomsel&#8221;. Sebagai mitra resmi Apple di Indonesia Telkomsel menghadirkan<a href="http://www.telkomsel.com/ipad" target="_blank"> kartu perdana flash unlimited for iPad</a>, sehingga kita sebagai pengguna bisa langsung pakai tanpa harus potong-potong pakai cutter dulu si SIM cardnya.</p>
<p>Harga yang ditawarkan juga cukup bersaing biarpun saya belum coba kecepatan aksesnya. Tapi setahu saya kalau sudah pake si iPad, akses yang agak lamban pun bisa terasa lebih cepat, karena proses render dari browser safari si iPad juga sudah sangat baik jadi web-web yang cukup berat di load di mobile device biasa bisa di load lebih cepat dari biasanya. Ya paling tidak untuk buka TweetDeck dan kawan-kawan social network lainnya cukup bersaing lah, hehehe&#8230;</p>
<p>Harga kartu perdana yang di tawarkan dari si <a href="http://www.telkomsel.com/ipad" target="_blank">Simpati Telkomsel untuk iPad</a> ini hanya 75 ribu rupiah dan itu sudah termasuk pulsa sebesar 75 ribu, broadband ready, dan bonus Internet sebesar 5 MB. Untuk detail paket datanya bisa dilihat di gambar di bawah ini:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/11/telkomsel-tarif.png"><img class="size-full wp-image-3978 aligncenter" title="Tarif Paket Simpati Telkomsel fo iPad" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/11/telkomsel-tarif.png" alt="Tarif Paket Simpati Telkomsel fo iPad" width="650" /></a></p>
<p>Nah tertarik mencoba? Saya sih tertarik asal ada yang mau kasih iPad-nya hehehe&#8230; Semoga paket dari Telkomsel ini memiliki akses data yang baik jadi experience saat menggunakan iPad bisa lebih terasa dan dimaksimalkan. Semboyan saya: &#8220;We pay a lot to buy an iPad, but we dont want to pay a lot for the internet access&#8221;  :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2010/11/13/sim-card-unik-untuk-si-ipad-dari-telkomsel-simpati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Mobile Lokal! Nasibmu Kini&#8230;</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2010/08/20/aplikasi-mobile-lokal-nasibmu-kini/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2010/08/20/aplikasi-mobile-lokal-nasibmu-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 04:26:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Putra Setia Utama</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[appzone]]></category>
		<category><![CDATA[i-Store]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=2475</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2010 ini, perkembangan dan pertumbuhan developer lokal untuk aplikasi mobile saya rasa menunjukan grafik yang terus menanjak secara pesat. Mungkin hal ini terjadi karena adanya rangsangan dari pihak operator telco dan juga vendor ponsel (baik global maupun lokal) yang saat ini sedang gencar gencarnya mengeluarkan produk inovatif mereka yang haus akan konten.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2485" title="Mobile App Store" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/08/mobile_app.jpg" alt="Mobile App Store" width="225" height="150" />Tahun 2010 ini, perkembangan dan pertumbuhan developer lokal untuk aplikasi mobile saya rasa menunjukan grafik yang terus menanjak secara pesat. Mungkin hal ini terjadi karena adanya rangsangan dari pihak operator telco dan juga vendor ponsel (baik global maupun lokal) yang saat ini sedang gencar gencarnya mengeluarkan produk inovatif mereka yang haus akan konten.</p>
<p>Beberapa inovasi baru di dunia IT di indonesia juga sangat menunjang meningkatnya aplikasi lokal ini. Contohnya saja soal kemunculan toko aplikasi lokal yang memberikan kesempatan secara luas kepada para developer untuk memamerkan hasil karya mereka baik itu secara gratis ataupun berbayar. Nah toko aplikasi lokal ini tentunya juga sudah memiliki mekanisme pembayaran yang dapat berjalan di indonesia, so.. tidak seperti App Store yang dimiliki Apple yang walaupun ada aplikasi berbayarnya tapi sangat sulit di implementasikan di Indonesia. Dengan kemunculan konsep toko aplikasi yang lebih friendly ini, serta ditambah dengan getolnya vendor handset menggandeng developer aplikasi mobile, tak heran jika para developer lokal juga semakin giat berproduksi karena sudah ada pembeli atau investor yang siap menampung produk mereka.</p>
<p>Sikap terbuka yang ditunjukkan oleh operator dan juga vendor ponsel untuk kedatangan serta pengimplementasain aplikasi lokal, selain berdampak pada masalah kuantitas dari aplikasi mobile lokal, juga berhasil membuat berkembangnya kreatifitas developer itu sendiri untuk membuat aplikasi yang berkualitas. Lantaran selama ini, yang menjadi kendala bagi para developer adalah soal penjualan produk dan bagaimana memasarkannya ke masyarakat Indonesia. Mereka mampu membuat berbagai macam aplikasi tapi belum ada saluran untuk menjualnya. Jikapun ada biasanya para developer menjual ke content provider (CP). Nah.. Dengan bisnis model seperti itu biasanya si developer itu menjual putus aplikasinya. Developer tidak tau seberapa sih keuntungan atau harga jual aplikasi mereka di tangan si CP tersebut? Karena boleh kita tau kalau content provider tidak hanya menjual aplikasi para developer ini di dalam negeri saja, mereka juga menawarkan ke operator luar negeri.</p>
<p>Nah, dengan munculnya berbagai toko aplikasi seperti <a href="http://istore.indosatm2.com/?a=apps" target="_blank">i-Store</a> milik Indosat dan <a href="http://appzone.telkomsel.com/telkomsel/home.do" target="_blank">AppZone</a> Telkomsel. Sangat memungkinkan bagi para developer untuk menjual langsung aplikasinya, tanpa harus melalui content provider. Sehingga si developer dapat langsung merasakan hasilnya so&#8230; si developer bisa tau berapa banyak uang yang dihasilkan dari penjualan aplikasinya. Keuntungan para developer bisa di dapat dari revenue sharing maupun partnership, pembelian putus dan lain lain.</p>
<p>Komitmen dari toko aplikasi yang didirikan oleh operator ini  tidak main main lho, misal saja indosat melalui i-Store. i-Store ini  merupakan toko virtual yang menyediakan ribuan aplikasi Android baik yang gratis  maupun berbayar. Inovasi ini dibesut bersama antara Indosat dan anak  usahanya IM2 sebagai provider <a href="https://ipay.indosatm2.com/" target="_blank">i-Pay</a> untuk payment gateway nya. i-Pay adalah metode pembayaran yang  dikembangkan oleh IM2 untuk transaksi online di internet, dimana  pelanggan dapat melakukan pembelian berbagai macam konten dan aplikasi.  Untuk mengisi ulang i-Pay bisa dilakukan melalui voucher Indosat,  transfer bank (mobile dan SMS banking) serta pembayaran lewat kartu  kredit dalam waktu dekat. i-Store juga menargetkan akan menampung hingga 2000 aplikasi. Jumlah yang cukup besar dan menurut saya bisa menjadi challenge bagi para developer lokal.</p>
<p>Kemudian ada juga AppZone dari Telkomsel. Yang secara garis besar sama konsepnya dengan yang dimiliki oleh i-Store tetapi aplikasi yang disuguhkan tidak hanya terbatas pada ponsel yang berbasis Android saja atau bisa dikatakan lebih umum. Kemudian untuk pembayarannya mereka menggunakan konsep pemotongan pulsa. Saat ini  layanan tersebut menawarkan lebih dari 2.000 aplikasi yang  dapat diunduh langsung melalui ponsel anda. Dengan kisaran pelanggan yang mencapai 88 juta maka sangat besar kemungkinan meraup untung dari penjualan aplikasi di AppZone ini.</p>
<p>Belum lagi komitmen yang di tunjukan para vendor ponsel baik global maupun lokal seperti Nokia, Samsung, Nexian, TiPhone dan lain-lain. Para vendor ini mulai giat untuk mencari aplikasi lokal yang dapat di implementasikan di handset mereka sebagai pemerkaya konten mereka. Khususnya untuk pasar lokal, kebanyakan memiliki tipe dan harga handset yang relatif sama, nah salah satu yang bisa menjadi nilai plus adalah dengan memperkaya kontennya. Kita ambil saja contoh dari Nexian, dengan Nexian Messenger dan juga Nexian Music Card-nya, Lalu juga TiPhone dengan aplikasi sepakbola di TiPhone Soccer.</p>
<p>So.. pasar untuk menawarkan aplikasi lokal makin terbuka lebar. Tinggal bagaiaman reaksi serta kreatifitas dari para developer untuk mengisinya dan memanfaatkannya sebagai lahan bisnis baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2010/08/20/aplikasi-mobile-lokal-nasibmu-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nexian dan Telkomsel, Ada Apa dengan Duo Vendor Handphone/Operator Ini?</title>
		<link>http://www.teknojurnal.com/2010/07/28/nexian-dan-telkomsel-ada-apa-dengan-duo-vendor-handphoneoperator-ini/</link>
		<comments>http://www.teknojurnal.com/2010/07/28/nexian-dan-telkomsel-ada-apa-dengan-duo-vendor-handphoneoperator-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 06:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman Nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[TeknoMind]]></category>
		<category><![CDATA[TeknoNews]]></category>
		<category><![CDATA[nexian]]></category>
		<category><![CDATA[operator]]></category>
		<category><![CDATA[startup lokal]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>
		<category><![CDATA[vendor handphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teknojurnal.com/?p=2115</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali para pembaca yang aktif di Twitter atau membaca blog-blog tentang perkembangan startup di Indonesia sadar bahwa ada 2 perusahaan yang saat ini sedang gemar sekali berkutat dengan konten lokal. Yak.... Nexian dan Telkomsel, yang satu adalah vendor handphone lokal dan yang satu lagi adalah operator seluler lokal. Dan kebetulan juga 2 perusahaan ini sering melakukan kerja sama, bisa dilihat dengan iklan-iklan yang bertebaran tentang kedua perusahaan tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/07/nexian_telkomsel.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2129" title="nexian_telkomsel" src="http://www.teknojurnal.com/wp-content/uploads/2010/07/nexian_telkomsel.jpg" alt="nexian_telkomsel" width="150" height="150" /></a>Barangkali para pembaca yang aktif di Twitter atau membaca blog-blog tentang perkembangan startup di Indonesia sadar bahwa ada 2 perusahaan yang saat ini sedang gemar sekali berkutat dengan konten lokal. Yak&#8230;. Nexian dan Telkomsel, yang satu adalah vendor handphone lokal dan yang satu lagi adalah operator seluler lokal. Dan kebetulan juga 2 perusahaan ini sering melakukan kerja sama, bisa dilihat dengan iklan-iklan yang bertebaran tentang kedua perusahaan tersebut.</p>
<p>Dari artikel di DailySocial, ada rumor yang berkembang tentang <a href="http://dailysocial.net/2010/07/23/koprol-kerjasama-dengan-nexian/" target="_blank">kerja sama Koprol dengan Nexian</a> dan <a href="http://dailysocial.net/2010/07/24/rumor-baru-koprol-kerjasama-dengan-telkomsel/" target="_blank">Telkomsel</a>. Selain itu juga Sanny Gaddafi dari <a href="http://www.fupei.com/" target="_blank">Fupei</a> yang juga salah satu inisiator <a href="http://www.facebook.com/StartupLokal" target="_blank">komunitas #startupLokal</a> baru-baru ini bergabung dengan keluarga besar Nexian. Dan pak Izak Jenie (salah satu bos besar Nexian) sewaktu di <a href="http://www.teknojurnal.com/2010/07/11/rekap-startuplokal-meetup-v-3-its-all-about-mobile/" target="_blank">#startupLokal meetup ke 3</a> yang diadakan awal Juli lalu juga menyatakan mendukung para startup-ers. Telkomsel juga telah mengeluarkan produk terbaru mereka yaitu <a href="http://appzone.telkomsel.com/" target="_blank">Telkomsel AppZone</a> yang konsepnya mirip dengan application market di iPhone dan Android.</p>
<p>See the pattern?  :)  Jika perkiraan saya benar, dalam waktu dekat Nexian dan Telkomsel akan semakin &#8220;intim&#8221; dengan para developer lokal untuk memasukkan aplikasi mereka ke dalam jajaran produk keluaran mereka. Hal ini dikarenakan konten adalah salah satu faktor yang menjadikan sebuah vendor handphone / operator seluler lebih unik dibandingkan dengan produk-produk pesaingnya. Contohnya, handphone-handphone Nexian yang modelnya adalah feature phone sebetulnya tidak beda jauh dengan handphone-handphone brand lokal lainnya dari segi hardware, tapi yang membedakan adalah konten yang ada di dalamnya.</p>
<p>Mungkin secara sederhana model bisnis yang bisa digunakan untuk para developer dalam bekerja sama dengan vendor handphone dan operator adalah sebagai berikut: developer mengembangkan aplikasi mobile yang menggunakan sms charging sebagai biaya penggunaan aplikasinya =&gt; vendor handphone meng-embed aplikasi tersebut ke dalam handphone mereka =&gt; operator seluler akan mengatur proses sms charging. Sms charging saya jadikan contoh model juga karena sms charging adalah model transaksi yang sangat cocok untuk mengimplementasikan micropayment di Indonesia, dan ini adalah model transaksi mobile yang paling hot di Indonesia yang saya tahu.</p>
<p>Nexian dengan basis pengguna handphone dari kalangan low-end nya yang besar dan kuat ditambah dengan Telkomsel yang merupakan operator terbesar di Indonesia menawarkan berbagai macam keuntungan bagi developer lokal jika mereka bisa saling bekerja sama. Jadi, coba-coba saja kirim proposal ke mereka  :D</p>
<p><em>* Side note: kalau ada yang minat untuk kerja sama dengan Nexian, saya bisa kasih contact person yang bisa dihubungi</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teknojurnal.com/2010/07/28/nexian-dan-telkomsel-ada-apa-dengan-duo-vendor-handphoneoperator-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

